Sunday, February 1, 2026
spot_img

KH. Akhyar Nasution di Muzakarah MUI Sumatera Utara: Memahami Targhib, Tarhib, dan Persiapan Ramadhan

muisumut.or.id-Medan, Muzakarah Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar pertemuan penting dalam rangka membahas isu-isu agama yang relevan. Salah satu makalah yang disampaikan pada acara tersebut adalah makalah yang dibawakan oleh KH. Akhyar Nasution.

KH. Akhyar membahas mengenai pengertian targhib dan tarhib, serta persiapan yang perlu dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Dalam pengantar makalahnya, KH. Akhyar Nasution menjelaskan bahwa kata “targhib” bermakna mencintai atau menyukai, sedangkan “tarhib” merujuk pada penyambutan atau penyambutan bulan suci Ramadhan.

Bulan Ramadhan memiliki keistimewaan yang luar biasa dalam agama Islam, seperti adanya Lailatul Qadar, turunnya Alquran, dan kesempatan untuk mendapatkan ampunan dosa. Oleh karena itu, umat Islam di seluruh dunia senantiasa mengucapkan targhib Ramadhan, yang merupakan ungkapan cinta dan kecintaan terhadap bulan yang diistimewakan oleh Allah SWT.

KH. Akhyar juga membahas persiapan yang harus dilakukan untuk menyambut bulan Ramadhan dengan baik. Pertama, berdoa merupakan langkah awal yang penting. Para ulama terdahulu sudah mulai mendoakan agar mereka diberi umur panjang untuk dapat menunaikan puasa Ramadhan enam bulan sebelumnya. Doa tersebut memohon agar diberi umur panjang, membersihkan dosa, mendapatkan ampunan, dan keberkahan dalam hidup.

Selain itu, persiapan fisik juga penting untuk menjalani puasa Ramadhan dengan baik. Setiap muslim diharapkan menjaga kesehatan mereka agar tidak terhalang oleh penyakit selama bulan puasa. Bersihkan hati dan pikiran juga merupakan persiapan yang ditekankan dalam makalah ini. Menyambut bulan suci Ramadhan haruslah diiringi dengan membersihkan hati dari perbuatan jahat, memutuskan silaturahmi, dan menjauhi dosa-dosa lainnya.

Penguasaan ilmu pengetahuan tentang hukum dan tatacara berpuasa juga menjadi persiapan yang penting. Setiap muslim diharapkan memiliki pemahaman yang baik tentang puasa Ramadhan agar dapat melaksanakannya dengan benar sesuai dengan ajaran agama.

KH. Akhyar juga menyoroti pentingnya memperbanyak amalan sunnah di bulan Sya’ban sebagai persiapan menjelang bulan Ramadhan. Rasulullah SAW sendiri meningkatkan amalan-amalan sunnahnya di bulan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari kebiasaan beliau yang melaksanakan ibadah sujud yang panjang di malam nisfu Sya’ban. Sebagai umat yang mengikuti teladan Rasulullah, memperbanyak amalan sunnah di bulan Sya’ban diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menyambut bulan Ramadhan.

Selain itu, KH. Akhyar juga mencakup tarhib sebagai aspek yang harus diperhatikan. Salah satu poin yang disoroti adalah larangan berbuka di siang hari Ramadhan tanpa alasan syar’i. Sebuah hadis menggambarkan konsekuensi yang buruk bagi mereka yang melanggar larangan tersebut.

KH. Akhyar juga menyinggung pentingnya mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan betapa pentingnya mendapatkan ampunan di bulan Ramadhan. Orang yang tidak mengucapkan shalawat kepada Nabi dan yang keluar dari bulan Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan dianggap sebagai orang yang celaka. (Yogo Tobing)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles