muisumut.or.id, Medan, Ketua MUI Sumatera Utara, Dr. Abdul Rahim, M.Hum memberikan dukungan kepada kesenian Islam. Hal ini disampaikannya ketika menghadiri rapat Kerja Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Sumut. Selasa (28/02/23) di hotel Le Polonia, Jalan Sudirman, Acara tersebut dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi
Abdul Rahim yang juga merupakan Ketua Bidang Ukhuwah MUI Sumatera Utara berharap LASQI Sumut bisa menjadi kebanggaan warga Sumatera Utara khususnya pada bidang seni Ke Islaman
“ Seni-seni qasidah Islami perlu dilestarikan untuk menjadi penyeimbang bagi generasi muda muslim terhadap banyaknya budaya baru.” ujarnya

Sekilas tentang Seni Islam
Kasidah (qasidah, qasida) berasal dari bahasa Arab merupakan bentuk syair epik kesusastraan Arab yang dinyanyikan. Kasidah adalah seni suara yang bernapaskan Islam dengan lagu-lagunya banyak kandungan unsur-unsur dakwah Islamiyah dan nasihat-nasihat baik sesuai ajaran Islam. Biasanya dinyayikan dengan irama penuh kegembiraan yang hampir menyerupai irama irama Timur Tengah dengan diiringi rebana
Kasidah terdiri dari 5 atau 6 orang dalam memainkan berbagai alat musik dari yang kecil hingga rebana yang besar ditambah dengan alat kecrek. Pada perkembangan berikutnya, kasidah dapat dimainkan menggunakan alat kesenian lainnya sesuai dengan keterampilan seniman itu sendiri.
Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara melalui mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) juga memiliki tim kesenian Islami atau biasa disebut “hadroh”. Saat ini Hadrah PTKU ini sering mengisi beberapa kegiatan di MUI Sumut maupun kegiatan ke Islaman lainnya.






