Sunday, February 1, 2026
spot_img

Kultum Ba’da Subuh: Dr. Amirsyah Tambunan Memotivasi Para Santri Untuk Masa Depan yang Lebih Baik dan Mengingatkan Dampak Buruk Gadget

muisumut.or.id-Tapanuli Selatan, Dr. Amirsyah Tambunan sekretaris jenderal MUI Pusat yang juga merupakan Dosen UIN Syarif Hidayatullah memberikan tausyiah usai salat subuh berjamaah di Masjid Hj. Khadijah, Ahad (12/03). Pesantren Darul Mursyid. Dr. Amirsyah membuka tausyiahnya dengan pesan Jenderal Sudirman yakni, “Kamu itu kalau mau menang harus kuat. Kalau mau kuat harus bersatu. Kalau mau bersatu, hidupkan semangat silaturahim,”

Beliau menyampaikan hal tersebut untuk memotivasi para santri karena masa depan bangsa Indonesia bergantung pada mereka. “Jangan malas, buang rasa malas belajar, bersatu untuk sesuatu yang kebaikan, insyaAllah kita menjadi pemenang,” ungkap Dr. Amirsyah.

Di samping itu, Dr. Amirsyah mengajak para santri agar tidak menyia-nyiakan waktu, mengacu pada Firman Allah dalam surat Al-‘Asr yang menyatakan bahwa manusia yang tidak menghargai waktu akan mengalami kerugian.

“Iman yang hanya menjadi hayalan belaka tidak akan mampu membawa umat ini menuju masa depan yang lebih baik. Karena itu, adik-adik harus serius dalam belajar dan menanamkan rasa keimanan di dalam diri. Jangan khawatir dan jangan merasa cemas, karena waktu yang ada saat ini adalah waktu yang sangat berharga dan mulia. Ingatlah bahwa tidak ada jihad yang lebih mulia selain belajar” ungkap Dr. Amirsyah.

Beliau mengharapkan agar para santri menjadi pribadi yang memiliki karakter dan menjadi teladan bagi orang lain, seperti Nabi Muhammad. Kita harus mengambil hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj, di mana Nabi Muhammad melewati ujian yang sangat berat namun berhasil melepaskan diri dari semua rintangan dan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Dengan mengambil hikmah dari peristiwa tersebut, para santri diharapkan untuk selalu mengingat rahmat Allah yang jauh lebih besar dari ujian-Nya.

Pada akhir tausiyahnya, Dr. Amirsyah menyampaikan peringatan kepada para santri tentang dampak negatif dari perkembangan teknologi, khususnya gadget. Ia menekankan bahwa para santri belum cukup dewasa dalam mengendalikan dan mengontrol penggunaan gadget, sehingga disarankan untuk tidak bergantung pada gadget. (Yt)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles