muisumut.or.id-Tapanuli Selatan, Telah berlangsung acara khidmat yang dihadiri oleh keluarga besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal serta keluarga besar MUI Sumut, untuk merayakan usia 30 tahun dari Pesantren modern unggulan terpadu Darul Mursyid pada Ahad (12/03). Dr. Amirsyah Tambunan, yang mewakili MUI, memberikan ucapan selamat kepada Pesantren Darul Mursyid atas banyaknya prestasi yang berhasil dicapai di tingkat nasional maupun internasional.
“Semoga Pesantren Darul Mursyid diberikan kekuatan, ma’unah, dan inayah oleh Allah di usia yang ke-30 tahun agar tetap eksis dalam membimbing umat,” ungkap Dr. Amirsyah
Dalam pidatonya, Dr. Amirsyah begitu terharu sehingga air matanya mengalir tatkala ia mengungkapkan rasa syukurnya karena di tengah situasi krisis yang penuh tantangan, umat dan bangsa mampu bangkit dan bertahan. Dalam menghadapi krisis global yang belum sepenuhnya stabil, ia mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam upaya membangun dan memperkuat bangsa ini.
Sekretaris Jenderal MUI Sumut menyatakan bahwa Pesantren memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang kuat, tangguh, dan cerdas. Di Pesantren, selain memperkuat iman, juga terdapat pengasahan kecerdasan. Oleh karena itu, Pesantren dianggap sebagai lembaga yang sangat strategis dalam menghasilkan generasi masa depan yang mampu menghadapi berbagai tantangan yang kompleks.
Lebih lanjut, Dr. Amirsyah juga mengajarkan kepada para santri untuk menguasai lima jenis kecerdasan yang sangat penting. Pertama, kecerdasan intelektual yang mampu membantu mereka menghadapi berbagai persoalan yang kompleks di masa depan. Kedua, kecerdasan emosional yang dapat membantu mereka mengelola dan mengatasi berbagai macam emosi secara sehat. Ketiga, kecerdasan spiritual yang akan membantu mereka menemukan makna dan tujuan hidup yang lebih tinggi. Keempat, kecerdasan sosial yang sangat penting untuk menjaga keamanan dan kedamaian, karena hak tersebut merupakan hak semua bangsa. Kelima, kecerdasan ekonomi berbasis syariah yang akan membantu mereka mengembangkan kemampuan di bidang ekonomi dengan cara yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Dengan menguasai lima kecerdasan ini, para santri diharapkan mampu menjadi generasi masa depan yang kuat, cerdas, dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada di masa depan.

PDM Menjadi Pusat Pergerakan Kebangkitan Ekonomi Syariah Di Sumatera Utara Bagian Tenggara
Setelah acara Seminar Nasional PINBAS MUI Sumut yang mengusung tema “Seminar Nasional Pemberdayaan UMKM Menuju Kebangkitan Ekonomi Syariah” pada Sabtu (11/3), Sekretaris Jenderal menandatangani perjanjian yang telah disepakati di seminar tersebut. Salah satu poin penting dari kesepakatan tersebut adalah PDM akan menjadi pusat pergerakan kebangkitan ekonomi syariah di wilayah tenggara Sumatera Utara. Kesepakatan ini pun diabadikan dengan prasasti yang ditandatangani oleh Dr. Amirsyah Tambunan. (Yogo Tobing)






