muisumut.or.id-Medan, Ceramah dengan tema “Menggapai Lailatul Qadr” yang disampaikan oleh Dr. H. Abdul Hamid Ritonga, MA telah ditayangkan di kanal YouTube MUI Sumut pada tanggal 6 April 2023. Dalam ceramah tersebut, Dr. H. Abdul Hamid Ritonga, MA mengupas tuntas tentang Lailatul Qadr, malam yang dianggap suci bagi umat muslim. Lailatul Qadr adalah malam yang lebih baik daripada 1000 bulan, dimana pada saat itu malaikat turun dari langit dan juga Jibril ikut turun di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka untuk menyampaikan dan melaksanakan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Lailatul Qadr secara umum benar-benar tersembunyi dari kita, waktunya tidak dipastikan. Dalam ceramahnya, Dr. H. Abdul Hamid Ritonga, MA menjelaskan bahwa menggapai Lailatul Qadr berarti berusaha untuk mendapatkan kesempatan datangnya Lailatul Qadr dan mencapainya. Karena Lailatul Qadr benar-benar tersembunyi, maka kaum muslimin harus bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah dan berusaha sekuat tenaga pada malam-malam Ramadan untuk dicatatkan sebagai orang Islam yang bisa mendapatkan keberkatan Lailatul Qadr. Meskipun tidak pasti waktunya, para ulama memberikan beberapa pendapat tentang waktu Lailatul Qadr.
Menurut Imam Fahrul Rozi, Lailatul Qadr disembunyikan maknanya adalah supaya kita bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah berusaha sekuat tenaga melaksanakan amal pada malam-malam Ramadan untuk dicatatkan kita sebagai orang Islam yang bisa mendapatkan keberkatan Lailatul Qadr. Namun, di antara banyak pendapat para ulama, ada juga yang menyatakan bahwa Lailatul Qadr akan bisa dijumpai pada malam ke-21 atau malam ke-23.
“Ada juga ulama yang mengutamakan malam ke-27 Ramadan. Oleh karena itu, kaum muslimin harus berusahalah untuk menjaga kehadiran Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil dari 10 akhir bulan Ramadan. Imam Al Ghazali di dalam Kitab Tholibin Juz 2 Halaman 257 memberikan penjelasan tentang kaidah yang dapat membantu kita mendapatkan Lailatul Qadr. Menurutnya, apabila awal Ramadan puasa kita jatuh pada hari Ahad, Rabu, Senin, atau Sabtu, maka biasanya Lailatul Qadr akan datang pada malam ke-29,” Ucap Dr. Abdul Hamid.
Sedangkan, jika hari puasa kita diawali dengan hari Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadr akan terjadi pada malam ke-27. Dalam kesimpulannya, Dr. H. Abdul Hamid Ritonga, MA menekankan pentingnya menggapai Lailatul Qadr sebagai kesempatan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Kaum muslimin harus memanfaatkan malam-malam Ramadan dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan keberkahan tersebut, serta berusaha untuk memperbanyak amal ibadah dan memperbanyak doa di malam-malam terakhir Ramadan.
Lebih lanjut, Dr. H. Abdul Hamid Ritonga, MA juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan hati dan berusaha meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadan. Hal ini dilakukan sebagai wujud syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan untuk beribadah di bulan yang penuh berkah ini. Kesimpulannya, Lailatul Qadr merupakan malam yang sangat istimewa dan penuh dengan keberkahan. Oleh karena itu, sebagai umat muslim, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk meraih keberkahan tersebut dengan memperbanyak ibadah dan doa serta menjaga kebersihan hati. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita semua untuk menjalankan ibadah di bulan Ramadan dan meraih keberkahan Lailatul Qadr. (Yogo Tobing)






