Sunday, February 1, 2026
spot_img

MUI Memperkuat Sistem Keamanan Internal Usai Insiden Penembakan

muisumut.or.id-Jakarta, Kasus penembakan yang terjadi di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menjadi perhatian publik selama hampir satu minggu terakhir. Kejadian tersebut melibatkan seorang pelaku tak dikenal yang mengklaim dirinya sebagai nabi dan mengharapkan untuk bertemu dengan ketua MUI.

Menyikapi kasus ini, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Arif Fahrudin, mengungkapkan bahwa saat ini MUI tengah fokus untuk memperkuat sistem keamanan internal.

“Kejadian ini membuat kami melakukan introspeksi dan perbaikan terhadap sistem keamanan internal kami. Intinya, kami melakukan evaluasi internal dan melakukan perbaikan sistem internal,” kata Kiai Arif Fahrudin (7/5/23).

Menanggapi perkembangan kasus tersebut, Kiai Arif menyampaikan bahwa MUI sepenuhnya mengandalkan pihak yang berwenang untuk melakukan investigasi dan upaya lainnya dalam mengungkap kasus ini.

“Kami hanya melakukan introspeksi internal. Untuk investigasi dan upaya di luar, kami mengucapkan terima kasih dan kami mendukung aparat penegak hukum serta pemangku kepentingan lainnya yang membantu MUI,” tambahnya.

Dalam kasus ini, pelaku penembakan kantor MUI sebelumnya mengirim surat yang berisi permintaan untuk bertemu dengan ketua MUI. Namun, surat yang beredar di media sosial tersebut bukan merupakan surat resmi dari lembaga atau organisasi manapun. Surat tersebut juga mengandung narasi ancaman.

Kiai Arif menegaskan bahwa administrasi adalah dasar bagi MUI dalam melayani tamu yang ingin berkunjung. Namun, surat tersebut memiliki banyak kejanggalan.

“Sistem administrasi surat merupakan jaminan bagi MUI untuk memberikan pelayanan. Jika suratnya jelas, isi suratnya jelas, nomor kontaknya jelas, dan tujuannya jelas, tentu saja kami akan meresponsnya,” tegas Kiai Arif.

“Namun, setelah kami melihat surat-surat tersebut, tidak memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan tanggapan prioritas. Bahkan, kami melihat adanya nada ancaman. Artinya, kami tidak dapat menerima atau mengundang pihak-pihak yang mengancam keamanan di wilayah MUI,” lanjutnya.

Kiai Arif Fahrudin juga menyatakan keprihatinannya atas serangan yang terjadi di kantor MUI, yang merupakan tempat para ulama, zuama, dan cendekiawan Islam berkumpul untuk membimbing, membina, dan memberikan dukungan kepada umat.

Selain itu, beliau juga mendoakan agar pelaku yang telah meninggal mendapatkan ampunan dari Allah SWT sehingga dosa-dosanya diampuni. (Yogo Tobing)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles