muisumut.or.id-Medan, Masjid Ar Rahmah di perkantoran MUI Sumatera Utara menjadi saksi dari ceramah Khutbah Jumat yang disampaikan oleh Mukhlis Al-Marwazi Panjaitan, S. Pd, i. Pada Jumat, 23 Juni 2023, ceramah yang bertajuk “Generasi Ibrahim dalam Alquran” menghadirkan tema yang menginspirasi jamaah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam ceramahnya, Mukhlis Al-Marwazi Panjaitan memaparkan beberapa hal penting yang terkait dengan masuknya bulan Zulhijjah. Bulan tersebut dikenal memiliki rangkaian ibadah, seperti puasa sunnah awal Zulhijjah, Kurban, serta ibadah haji bagi mereka yang melaksanakannya di Baitullah.
Salah satu fokus utama ceramah ini adalah kisah keteladanan Ibrahim dan keluarganya. Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk mengambil Ibrahim sebagai panutan yang layak diteladani. Keteladanan keluarga Ibrahim dapat diimplementasikan oleh setiap individu untuk mencapai kesuksesan di dunia dan akhirat.
Mukhlis Al-Marwazi Panjaitan menjelaskan bahwa karakteristik keluarga Ibrahim adalah generasi yang beriman dengan kritis dalam mencari dan menerima kebenaran. Generasi Ibrahim mengajarkan umat Islam untuk menjadi produktif dan selektif dalam menjalani kehidupan. Mereka juga dituntut memiliki kecerdasan dalam mengambil setiap langkah, dengan alasan yang diizinkan oleh Allah. Mereka tidak bersikap gegabah dan tidak mengikuti arus tanpa berpikir.
Selain itu, generasi Ibrahim juga siap menerima risiko yang mungkin timbul akibat langkah-langkah yang mereka ambil. Mereka yakin bahwa Allah senantiasa menyertai setiap langkah yang mereka lakukan. Contohnya adalah ketika Ibrahim mengkritisi penyembahan berhala oleh orang-orang sekitarnya. Meskipun keyakinan semacam itu sudah meluas, Ibrahim berani menghancurkan berhala-berhala tersebut demi kebenaran yang ia yakini. Hal ini mengajarkan kita untuk berani mengkritisi tindakan yang menghina agama Allah.
Salah satu karakteristik penting lainnya adalah cinta terhadap tanah air. Mukhlis Al-Marwazi Panjaitan menekankan bahwa kita harus merawat bangsa dengan kerjasama yang baik. Semangat nasionalisme harus tumbuh dalam diri setiap individu tanpa mengabaikan syariat agama. Ibrahim sangat mencintai sesama yang beriman dan sesama bangsanya. Hal ini tidak berarti Ibrahim sosok yang intoleran, melainkan ia memohon kepada Allah agar keluarganya yang beriman dan sebangsanya mendapatkan limpahan rezeki yang berkah.
Ceramah ini memberikan pelajaran berharga bagi jamaah yang hadir di Masjid Ar Rahmah. Setiap individu diingatkan untuk meneladani generasi Ibrahim, yang beriman dengan kritis, cerdas dalam setiap langkahnya, siap menerima risiko, dan mencintai sesama dan tanah air. Dengan menjadikan keteladanan Ibrahim sebagai contoh, diharapkan umat Muslim dapat menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan dan menebarkan kebaikan di dunia ini. (Yogo Tobing)






