muisumut.or.id-Medan, Dr. Akmaluddin, Ketua Bidang Infokom MUI Sumatera Utara, memberikan dukungan kuat terhadap tindakan tegas yang diambil oleh MUI pusat dalam menekankan kepada pemerintah, terutama Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) serta Kepolisian, untuk mengambil langkah konkret dalam menghentikan penyebaran video kontroversial yang meresahkan masyarakat. Dari hasil pemantauan media sosial MUI Sumut dan daerah-daerah lain, muncul beragam komentar yang mendesak dilakukannya penyelidikan serta tindakan hukum terhadap akun yang menyebarkan konten yang merugikan tersebut.
MUI Sumut sepakat untuk bersatu dalam tuntutan agar pemerintah bertindak dengan cepat dalam mengatasi peredaran video yang merusak kedamaian dan kerukunan. Meskipun video tersebut diunggah melalui akun “Sunnah Nabi” yang dikenal sebagai sumber konten merendahkan Islam, pelacakan akun tersebut menjadi sulit hingga saat ini. Namun, pentingnya menghentikan penyebaran video ini tidak bisa diabaikan demi memelihara harmoni dalam masyarakat.
Buya Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum MUI, dalam pernyataannya menegaskan kegentingan penanganan isu ini. Ia menyerukan agar pihak berwenang segera mengamankan pelaku yang diduga bertanggung jawab atas produksi dan penyebaran video tersebut. Langkah ini diambil untuk mencegah meluasnya kegelisahan di kalangan umat Islam. Buya Anwar menekankan bahwa ketidakstabilan dan keretakan dalam tatanan sosial dapat timbul apabila rasa cemas ini terus dibiarkan. “Kita wajib menghindari konsekuensi negatif tersebut,” ungkap Buya Anwar saat berbicara kepada MUIDigital pada Jumat (18/8/2023).
Pernyataan ini sebagai respon atas merebaknya video di platform YouTube dengan menggunakan akun “Sunnah Nabi”. Salah satu segmen animasi di dalam video tersebut berjudul “Nabi Muhammad Perencana Pernikahan” yang menampilkan berbagai adegan yang merendahkan martabat Nabi Muhammad SAW. Video ini menghadirkan tampilan wajah Nabi yang, dalam konteks ajaran Islam, dianggap sebagai penghinaan.
Lebih lanjut, Buya Anwar menjelaskan bahwa puncak dari video tersebut adalah narasi yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang penjahat yang memiliki kekuatan militer. Ia menyoroti kalimat narator yang mempertanyakan kemampuan Nabi untuk membimbing manusia menuju surga.
Dalam pandangan Buya Anwar, pemahaman konten video dari awal hingga akhir, terutama yang melibatkan Nabi Muhammad, menunjukkan penghinaan yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Buya Anwar menegaskan bahwa video ini jelas dibuat dengan niat merendahkan Islam dan menistakan Nabi Muhammad SAW. Tindakan ini tidak hanya menyakiti perasaan umat Islam di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.






