muisumut.or.id-Tanjung Balai, Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internatioanal (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia Sumatra Utara (MUI-SU) melakukan kunjungan silaturahim sekaligus melakukan sosialisasi mengenai program belajar dan informasi beasiswa ke Timur Tengah ke Pondok Pesantren Iman Ilmu Amal, Jl. Sipori-pori Lk. IV, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai pada hari Rabu tanggal 9 September 2023. Rombongan HLNKI MUI SU terdiri dari K.H. Akhyar Nasution, Lc., MA selaku Ketua Bidang, Dr. H. Abdi Syahrial Harahap, Lc., MA. selaku Ketua Komisi, H. M. Irsan, SE., Ak., CA., M.Ak., CIPSAS., ACPA., QRMO, selaku Sekretaris Komisi, Drs.H. Naziruddin Idris, Lc., , dan H. Muhammad Ali Adnan, SH., MH., M.Kn. selaku Anggota dari HLNKI MUI-SU.

Rombongan HLNKI MUI SU disambut dengan penuh keramahtamahan oleh pimpinan pondok pesantren Dr. H. Usman Muhid Simangunsong, Lc., MA., Ketua Umum MUI Kota Tanjung Balai Ustadz Hajarul Aswadi, S.Pd.I, pewaqip pesantren H. Rusli, Keutua Ukhuwah MUI Tanjung Balai H. Zulkifli Manurung, Ketua MUI Kecamatan Teluk Nibung H. Sofyan, H. Adlin Lubis dan tokoh masyarakat setempat. Pimpinan pondok pesantren menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan Komisi HLNKI MUI-SU ke Pondok Pesantren Iman Ilmu Amal Tanjung Balai. Beliau menceritakan sejarah pendirian pesantren yang relatif masih sangat baru. Pesantren tersebut awalnya didirikan tahun 2021 diatas tanah wakaf dari H. Rusli seluas 15 rante dan banyak mendapat bantuan berupa fisik bangunan dan tambahan lahan dari jemaah dan teman-teman Buya Usman Hamid dari Malaysia. Saat ini lahan pesantren sudah menjadi 2 hektar 20 rante. Ada sekitar 100 santri dan santriati yang saat ini belajar di ponpes Iman Ilmu Amal. Mengingat usia ponpes yang masih sangat baru, ponpes masih sangat mengharapkan dukungan dan akses ke informasi untuk belajar ke luar negeri. Dengan kedatangan rombongan HLNKI MUI-SU beliau mengharapkan dapat memberikan informasi-informasi kepada santri/ santriwati tentang bagaimana melanjutkan studi ke luar negeri.
Acara sosialisasi disampaikan secara bergantian oleh tim HLNKI MUI SU. Naziruddin mengawali dengan memperkenalkan rombongan HLNKI MUI SU yang datang. Akhyar Nasution memotivasi para santri bahwa mereka adalah orang yang beruntung dalam belajar karena setidak-tidaknya setelah nanti tamat bisa menjadi penceramah dan muballigh, tentunya hal ini harus diperjuangkan dengan upaya sungguh-sungguh dalam belajar. Abdi Syahrial menyampaikan jangan sampai ada kesan anak-anak dimasukkan ke pesantren untuk dijauhkan dari orangtua. Anak-anak dikirim ke ponpes untuk menjadikan anak-anak menjadi anak yang soleh, terdidik dan mandiri. Untuk mencapai hal tersebut anak-anak harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan fokus pada tujuan. Tidak ada hal yang diperoleh secara instan tapi harus melalui proses pembelajaran yang kontinu.
Irsan Nasution kembali melakukan penekanan perlunya keseriusan dalam seluruh proses pembelajaran baik secara formal maupun informal. Peluang pendidikan in syaa Allah akan terbuka dengan keseriusan dan kesungguh-sungguhan dalam belajar dan terus mencari informasi yang dibutuhkan. Banyak peluang beasiswa untuk belajar baik di dalam negeri maupun luar negeri. HLNKI MUI SU terus berupaya mencari informasi dan menjalin kerjasama dengan institusi, instansi, badan, lembaga dan lain-lain yang dapat membuka kesempatan dan peluang pendidikan bagi anak-anak Islam yang ada di Sumatera Utara. Dalam 2 tahun terakhir ini HLNKI MUI SU sudah berhasil memberangkatkan beberapa orang mahasiswa untuk belajar ke negara-negara di Timur Tengah dari hasil seleksi yang secara mandiri dilakukan pengurus HLNKI MUI SU berdasarkan kerjasama yang dilakukan dengan institusi penyedia beasiswa.

Ustadz Hajarul Aswadi selaku Ketua Umum MUI Kota Tanjung Balai sangat mengapresiasi kunjungan sosialisasi yang dilakukan oleh HLNKI MUI SU dan menyampaikan harapan dari sosialisasi ini agar dapat memberikan dorongan dan motivasi kepada para santri/ santriati untuk dapat belajar di universitas yang ada di luar negeri khususnya Timur Tengah, jangan cuma belajar di sekitar Teluk Nibung saja.
Buya Usman Muhid menyampaikan rasaharu dan terima kasihnya atas perhatian HLNKI MUI SU yang datang berkunjung jauh dari Medan ke ponpesnya yang relatif masih sangat baru dan sedang dalam tahap pengembangan yang masih penuh kekurangan. Perhatian ini harus dijawab dengan semangat belajar anak-anak yang lebih tinggi dan peningkatan kualitas pendidikan. Ponpes Iman Ilmu Amal mengadopsi sepenuhnya silabus yang digunakan di ponpes Musthafawiyah Purba Baru Tapanuli Selatan.
Sosialisasi ini berlangsung sekitar 2 jam, diakhiri dengan qasidahan dari santri, kuis berhadiah, pembagian cendera mata dan modul karantina seleksi masuk perguruan tinggi di Timur Tengah persembahan dari Komisi HLNKI MUI-SU kepada Pondok Pesantren. Kontributor: M. Irsan Nasution






