Thursday, January 29, 2026
spot_img

Sosben MUI SU Dakwah Mitigasi di Kepulauan Nias

muisumut.or.id-Nias, Gempa Dahsyat Di Kepulauan Nias dengan kekuatan 8,7 Skala Richter (SR) tahun 2005 yang telah menelan banyak korban harta benda maupun jiwa. Agama Islam pun merupakan Agama minoritas di Kepulauan Nias. Kedua hal ini membuat BidKom Sosben MUI SU bersemangat hati melaksanakan Dakwah Mitigasi ke Kepulauan Nias.

Laila Rohani dan Nani Ayum Panggabean , Ketua dan Sekretaris Bidang Sosial dan Bencana MUI SU melaksanakan Dakwah Mitigasi nya “Road Masjid to Masjid”, dari Masjid ke Masjid dengan memberikan penyuluhan Tanggap Bencana Persfektif Islam, Lingkungan Hidup dan Kesehatan. Kegiatan diawali pada Hari Jum’at , 8 September 2023 pukul 13.30 di Kota Gunung Sitoli di Masjid Agung yang dihadiri langsung Ketua DP MUI Kota Gunung Sitoli Bapak H. Abdul Hadi SH dan jajarannya, beserta pemuka agama, pemuka masyarakat, ormas Islam dan Kepemudaan Kota Gunung Sitoli . Turut hadir Sekretaris DP MUI Kabupaten Nias Bapak Rica Rehabilitas Calyadindan dan jajarannya, serta hadir Ketua DP MUI Kabupaten Nias Barat Bapak Lukman Hakim beserta pengurus MUI Nias Barat.

Kegiatan penyuluhan dilanjutkan pada Hari Sabtu, 9 September 2023 ke Kabupaten Nias Selatan dilaksanakan di Masjid Agung Ar Rahman Kecamatan Teluk Dalam , Masjid itu berada di Lingkungan Madrasah MIN, MTsN dan MAS Teluk Dalam . Acara dimulai pukul 09.00 -12.00 dihadiri Ketua MUI Kabupaten Nias Selatan Bapak Fahmi Rahmansyah Hulu dan pengurus MUI kabupaten Nias Selatan dan para pemuka agama, tokoh masyarakakat , Ormas, penyuluh agama Kepala KUA kecamatan dan siswa Madrasah Aliyah.

Laila Rohani mengatakan “Kerusakan lingkungan dan bencana alam adalah akibat ulah tangan manusia itu sendiri. Kita harus menjaga dan memelihara lingkungan hidup kita dengan baik , jangan buang sampah sembarangan, jangan menebang pohon yang mengakibatkan banjir. Lingkungan yang baik akan diwariskan kepada anak cucu kita.”

Nani Ayum Panggabean menyampaikan
“Kesehatan merupakan kenikmatan teragung dan tertinggi. Sebab jika sehat, manusia bisa melaksanakan semua kewajiban, tugas-tugasnya, dan pekerjaannya.”
“Manakala kita tidak sehat, atau betul-betul berpenyakitan, maka terhalang untuk kita bisa melakukan semua tugas-tugas, rencana, cita-cita yang menjadi kebahagiaan , kesuksesan kita di dunia, bahkan kebahagiaan kita di akhirat.” Kita harus mensyukuri nikmat Kesehatan ini dengan PHBS (Prilaku Hidup Sehat Bersih) .Ajaran Islam sungguh hebat yang sudah membimbing kita untuk bersih dimulai bangun tidur dengan mencuci tangan dan berwudhu’.”

Dengan penuh semangat di Tano Niha bak kepingan surga nan indah Ketua dan Sekretaris MUI Bidang Sosben melanjutkan Dakwah Mitigasi nya dari Masjid ke Masjid memberikan “Penyuluhan dan Sosialisasi Tanggap Bencana Perspektif Agama, Kesehatan dan Lingkungan dan Pemulihan Pasca Bencana ke Kabupaten Nias Utara dan dilaksanakan di Masjid Besar Kecamatan Lahewa pada Hari Ahad, 10 Septempber 2023 pukul 09.00 -12.30 Pagi .Dihadiri Ketua MUI kabupaten Nias Barat Bapak H. Rijalmen Mendrofa, SE yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Nias Utara berserta Pengurus MUI Kabupaten Nias Utara yang lain . Turut hadir juga, pemuka agama, tokoh masyarakat, ormas termasuk ormas muslimah ditambah tenaga medis dan MUI kecamatan. Ketua Bidang dan Sekretaris Bidang sosben MUI SU menyerahkan SK MUI Kabupaten Nias Utara. Juga Menyerahkan Surat Deklarasi Ulama Sumatera Utara Utara Tahun 1445 H/2023 H kepada 5 Ketua MUI kabupaten /Kota Kepulaun Nias di tiga masjid lokasi Dakwah Mitigasi Sosben.

Kepulauan Nias nan indah, pulau terbesar di Sumatera Utara terdiri dari Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Selatan dan Nias Utara. Pasca Gempa besar yang dahsyat dengan kekuatan 8,7 Skala Richter tahun 2005 yang menelan banyak korban harta dan jiwa .Korban jiwa yang meninggal ratusan orang, ribuan orang cedera ringan dan berat dan kerugian harta benda yang begitu banyak, tapi hal ini tidak mengurangi semangat masyarakat Tano Niha untuk maju dan berkembang. Masyarakat setempat memiliki kearifan lokal dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami, tetapi hendaknya mereka harus dibarengi dengan mitigasi bencana yang cukup memadai oleh BNBP . Karena Nias Selatan juga pernah terjadi gempa lagi pada tahun 2016. Semoga Kepulaun Nias tidak terjadi gempa lagi.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles