Oleh: Dr. H. M. Tohir Ritonga, Lc. MA (Sekretaris Bidang Penelitian MUI Sumatera Utara)
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِى خَلَقَ الْعَالَمَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَناَمِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ حَتَّى يَوْمِ دَارِ الْمَقَامِ،
وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اَلْقَوِيُّ الْمَتِيْنُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّـدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ يُجَاهِدُ فِى سَبِيْلِ اللهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، أَمَّا بَعْدُ !
فَيَا عِبَادَ الرَّحْمٰنِ !
فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِه لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. (المائدة: 35)
وقال تعالى: وَجَٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ. (الحج: 78)
Jama’ah Jum’at Rahimakumullah!
Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt., dengan senantiasa mengerjakan semua kewajiban dan meninggalkan semua larangan Allah Swt., serta berusaha melaksanakan sunnah-sunnah Rasul Saw. dan menjauhi larangannya.
Jama’ah Jum’at Rahimakumullah!
Sekarang ini, kita melihat di media sosial yang begitu menyayat dan mengiris hati kita. Bagaimana tidak, Zionis Israel dengan leluasa seenaknya menjajah bumi Palestina dan menindas rakyat di sana. Serangan demi serangan terus dilancarkan kepada warga yang tidak berdosa. Ratusan ribu nyawa rakyat Palestina telah menjadi korban kekejian dan kebiadaban mereka. Pemukiman rakyat, sekolah-sekolah, Masjid bahkan rumah-rumah sakitpun mereka hancurkan dengan sangat brutalnya, terutama di wilayah Gaza.
Sebagai umat Islam dan warga negara Indonesia tentu kita wajib mencintai dan membela Negara Palestina, karena ia bagian dari milik umat Islam.
Ada empat alasan kenapa kita harus mencintai dan membela Negara Palestina:
Pertama, karena Nabi Saw. mengadakan perjalanan Isra’ dan Mikraj dari Masjidilharam di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina. Hal ini dinyatakan Allah Swt. di dalam surah Al-Isra’ ayat 1 yang berbunyi:
سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِيٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلٗا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِي بَٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنۡ ءَايَٰتِنَآۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui(QS. Al-Isra’: 1)
Dengan demikian, Palestina adalah wilayah yang sangat mulia karena pernah disinggahi Nabi Saw. dan para Rasul semuanya dihadirkan ke Palestina menjadi makmum dalam shalat yang diimami oleh Nabi Saw. di Masjidil Aqsha yang penuh keberkahan.
Jama’ah Jum’at Rahimakumullah!
Kedua, di sana terdapat Masjid al-Aqsha, masjid tertua di dunia setelah Masjid al-Haram. Dibangun pertama kali oleh Nabi Adam ‘alaihis salam empat puluh tahun setelah beliau membangun Masjidilharam.
Dalam sebuah hadis Nabi Saw. menjelaskan:
عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ! أَىُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِى الأَرْضِ أَوَّلُ؟ قَالَ: الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ! قُلْتُ: ثُمَّ أَىّ؟ٌ قَالَ: الْمَسْجِدُ الأَقْصَى! قُلْتُ: كَمْ بَيْنَهُمَا؟ قَالَ: أَرْبَعُونَ سَنَةً. (رواه مسلم)
Artinya: Ya Rasulullah! Masjid apa yang yang pertama dibangun? Sabda Nabi Saw.: Masjidilharam. Aku berkata: Kemudian apa? Sabda Nabi Saw.: Masjidil Aqsha. Aku berkata: Berapa lama diantara keduanya, Nabi bersabda: 40 tahun (HR. Muslim)
Masjidil Aqsha adalah masjid kedua setelah Masjidilharam, artinya Masjidil Aqsha sudah sangat lama berdiri dan memiliki banyak sejarah bagi umat Islam. Sekarang Masjidil Aqsha tersebut berada dalam kepungan Israel dan mereka telah menodai kesuciannya. Tidak ada jalan bagi kita umat Islam kecuali merebut kembali agar Masjidil Aqsha kembali ke pangkuan umat Islam.
Jama’ah Jum’at Rahimakumullah!
Ketiga, Masjidil Aqsha yang berada di Palestina pernah menjadi kiblat umat Islam, Nabi Saw. dan Para Sahabat shalat selama enam belas atau tujuh belas bulan shalat lima waktu menghadap ke arahnya. Dalam sebuah riwayat dijelaskan:
عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّهُ قَالَ: صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ أَنْ قَدِمَ الْمَدِينَةَ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ثُمَّ حُوِّلَتْ الْقِبْلَةُ قَبْلَ بَدْرٍ بِشَهْرَيْنِ. (رواه مالك)
Artinya: Shalat Rasul Saw. setelah sampai di kota Madinah 16 bulan menghadap Bait Al-Maqdis kemudian dipalingkan kiblat sebelum 2 bulan terjadi perang Badar. (HR. Malik)
Dengan penjelasan riwayat di atas maka kita ummat Islam dimanapun berada wajib menjaga kiblat yang menjadi kehormatan bagi umat Islam.
Jama’ah Jum’at Rahimakumullah!
Keempat, bahwa Masjidil Aqsha berbeda dengan masjid-masjid yang lain, karena fadhilah beramal di dalamnya lebih afdhal dan besar pahalanya. Dalam sebuah riwayat dijelaskan:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم: لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِى هَذَا وَمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الأَقْصَى. )رواه مسلم(
Artinya: Jangan disengaja melakukan perjalanan kecuali menuju tiga Masjid: Masjidku ini, Masjidilharam dan Masjid Al-Aqsha. (HR. Muslim)
Dalam hadis di atas Nabi Saw. menjelaskan bahwa beribadah boleh bersengaja dan bersusah payah agar bisa hadir di Masjidil Aqsha, hal ini tidak sama dengan masjid yang lain. Dengan kata lain kita disuruh Nabi Saw. untuk menjaga dan memperjuangkan Masjidil Aqsha dari penjajah yang sekarang ini dilakukan Israel.
Jama’ah Jum’at Rahimakumullah!
Palestina adalah negeri para Nabi dan Rasul. Banyak sekali para Nabi dan Rasul yang pernah tinggal dan berdakwah di sana. Di antaranya adalah Nabi Ibrahim, Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf, Nabi Luth, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakariyya, Nabi Yahya, Nabi ‘Isa dan nabi-nabi yang diutus oleh Allah untuk Bani Israil yang jumlahnya sangat banyak.
Oleh karena itulah, Sultan Mahmud Nuruddin Zanki pernah mengucapkan sebuah perkataan yang fenomenal: “Aku malu kepada Allah untuk tersenyum sedangkan Baitul Maqdis masih dijajah”.
Sultan Abdul Hamid II bahkan pernah mengatakan:
“Saya tidak akan menjual sejengkal tanah pun dari bumi Palestina”.
Beliau katakan itu dengan tegas dan penuh keberanian pada saat menolak sogokan uang dalam jumlah sangat besar dari orang-orang Zionis Yahudi yang ingin menempati sebagian wilayah Palestina.
Kita umat Islam harus melanjutkan semangat jihad untuk mempertahankan Masjidil Aqsha Palestina sebagaiman yang dicontohkan Sulthan Mahmud Nuruddin Zanki dan Sultan Abdul Hamid II.
Jama’ah Jum’at Rahimakumullah!
Shalahuddun al-Ayyubi, pada tanggal 27 Rajab 583 H, beliau berhasil membebaskan Baitul Maqdis, Palestina. Ketika ingin membebaskan Baitul Maqdis, Sultan Shalahuddin al-Ayyubi tidak langsung menyiapkan tentara dan peralatan perang. Akan tetapi yang mula-mula beliau lakukan adalah mempersatukan umat Islam dalam satu ikatan aqidah yang benar, yaitu aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Oleh karena itu mari kita jaga dan kita pertahankan aqidah Ahlussunah wal jama’ah dimanapun kita berada.
Jama’ah Jum’at Rahimakumullah!
Mari sama-sama kita tunjukkan bahwa kita sangat cinta dan peduli dengan Masjidil Aqsha Gaza Palestina.
Diantara yang bisa kita lakukan adalah:
- Senantiasa mendoakan agar saudara-saudara kita di Palestina mendapat pertolongan dari Allah dan mendapat kemenangan dalam mengalahkan Zionis Israel, terutama setelah shalat fardhu.
- Mengumpulkan donasi bantuan materi, karena ini sangat membantu mereka. Semakin banyak kita berdonasi semakin cepat mereka mengalahkan para penjajah Israel.
- Melakukan boikot atas semua produk-produk yang terafiliasi dengan Yahudi Israel. Hal ini sangat penting dalam rangka menekan agreasi Israel ke Palestina yang mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia. Dalam hal ini Fatwa MUI no 83 tahun 2023 sudah dikeluarkan dengan harapan agar dapat dipedomani umat Islam di seluruh Indonesia.
Jama’ah Jum’at Rahimakumullah!
Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan menggugah hari untuk pedula dan perhatian tehadap Masjidil Aqsha Gaza Palestina. Amin.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْوَفَا.
أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
أَمَّا بَعْدُ ! فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
اَللّٰهُمَّ انْصُرِ الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ ارْحَمِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ. اَللّٰهُمَّ اكْشِفْ الغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ الْبَلَاءَ عَنْ غَزَّةَ وَأَهْلِهَا، وَأَنْ تَنْصُرَهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ، وَأَنْ تَرْحَمَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ، وَأَنْ تَكْشِفَ الْغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا.
اَللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَأَصْلِحْ ذَات بَيْنِهِمْ، وَانْصُرْ عَلَى عَدُوّكَ وَعَدُوِّهِمْ اللَّهُمْ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ، وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَكَ. اللَّهُمْ خَالِفٌ بَيْنَ كَلِمَتِهِمْ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لَا يُرَدُّ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ.
اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ إِخْوَانَنَا اْلمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ، خُصُوْصًا فِيْ غَزَّةَ، وَاحْقِنْ دِمَائَهُمْ. اَللّٰهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُوْدِ، الصُهْيُوْنِيِّيْنَ الْمَلْعُوْنِيْنَ، وأَنْزِلْ غَضَبَكَ عَلَيْهِمْ. اَللّٰهُمَّ انْصُرْ دِيْنَكَ وكِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. أَقِمِ الصَّلاَةَ!






