Ahmad Yasir Sitorus, mahasiswa PTKU MUI SUMUT utusan MUI Kota Tanjung Balai
Nama saya Ahmad Yasir Sitorus, saya lahir di Kota Tanjung Balai salah satu kota di Sumatera Utara tepatnya pada hari Kamis 19 Oktober pada tahun 2000 pukul 01 : 00 WIB, sepupu dari kakek saya yang memberikan nama “Yasir” alasan dia memberi nama itu karena ketika itu presiden Palestina Yaseer Arafat terkenal di koran-koran atau tv, lalu ayah saya menambahi kata “Ahmad” diawal nama saya.
Saya anak terakhir dari 8 bersaudara, saya selalu mendapatkan perilaku yang baik oleh orangtua, meskipun saya jarang berjumpa dengan ayah saya dikarenakan ayah adalah seorang mubaligh yang cukup terkenal di kota kami, dari pagi sampai sore dia mengajar disekolah, sedangkan malam dia sering dimintai untuk mengisi pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu sehingga saya jarang menjumpai ketika masih kecil sampai SMA.
Pengalaman tersedih yang saya alami ketika kelas 2 SMA, ayah yang sangat saya sayangi jatuh sakit, dia mengalami stroke ketika menjadi imam di Mushola dekat rumah sehingga kami anak-anak nya yang menjaga dan merawat dia selama 3 tahun sebelum akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya tepat pada hari Jum’at 04 September 2024 pukul 15 : 00 WIB, kata-kata yang selalu saya ingat dari dia ketika sakit “Mungkin sakit ini membuat saya istirahat dan bisa berjumpa dengan keluarga”. Perlu diketahui bahwa ayah saya adalah Ketua Komisi Fatwa MUI Tanjung Balai. Begitu dia wafat kami merasa seperti penumpang kapal yang kehilangan nahkoda, saya cukup senang karena begitu banyak jamaah bahkan sampai ribuan yang mensholatkan.
Setelah saya sudah move on dari kesedihan terdalam, saya mencoba untuk mendaftar ke PTKU namun saya tidak lulus, saya merasa sangat kecewa, namun tepat 2 hari sebelum perkuliahan masuk saya dipanggil oleh Ustadz Puadi untuk menggantikan mahasiswa yang ketika itu berhenti, semangat saya kembali membara untuk belajar ilmu agama, didukung penuh ibu tercinta dan keluarga, saya ingin menjadi ulama yang tawadhu dan mempunyai ilmu yang luas, itulah sekelumit kisah sederhana yang mungkin bisa menginspirasi agar selalu maju dalam keterpurukan, yang terpenting dari kisah ini sayangi orangtua selagi ada dan juga kunci sukses ada pada mereka seperti perkataan Shahrukhan di sebuah film nya “Jika kau ingin hidup, jika kau ingin menang, jika kau ingin mencapai sesuatu selalu dengarkan kata hati, jika tidak ada jawaban tutup matamu bayangkan wajah ayah, bayangkan wajah ibu, maka lihatlah semua kesulitan akan mudah, semua nya akan kau raih, hanya kau.”






