Sunday, February 1, 2026
spot_img

Berbagai Masalah Qurban

Dr. H. M. Tohir Ritonga, Lc. MA. CWC[2]

  1. Pengertian Kurban

الأضحية لغة: اسم لما يضحى به أو لما يذبَح أيام عيد الأضحى.[3]

Udhiyah menurut bahasa: Nama bagi sesuatu yang dikurbankan dengannya atau yang disembelih pada hari hari Idhul Adha.

ما يذبَح من النَّعَم تقربا إلى الله تعالى فى أيام النحر.[4]

Sesuatu yang disembelih dari binatang ternak sebagai pendekatan kepada Allah Ta’ala pada hari-hari Nahr.

Kurban adalah hewan jenis unta, lembu, sapi dan kambing yang disembelih pada hari raya ‘Idh dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Swt.[5]

  1. Dalil Berkurban

Adapun dalil diperintahkannya berkurban adalah firman Allah Swt.:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.[6]

Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa Nabi Saw. melaksanakan kurban:

أَنَّ النَّبِيَّ ضَحَى بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا.

Bahwa Nabi Saw. berkurban dengan dua ekor kibas berwarna kebanyakan putih memiliki tanduk yang besar, Beliau menyembelih keduanya dengan tangannya sendiri, Beliau membaca bismillah dan bertakbir, dan Beliau meletakkan kakinya didekat lehernya.[7]  

Hadis riwayat Ummu Salamah ra. menyatakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ فَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضْحِيَ فَلاَ يَأْخُذُ مِنْ شَعْرِهِ شَيْئًا وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ.

 Apabila tanggal 10 Dzulhijjah telah masuk, jika salah seorang diantara kamu bermaksud akan berkurban, maka hendaklah ia jangan mengambil rambutnya sedikitpun dan jangan pula memotong kukunya.

  1. Hukum Berkurban

هي سنة مؤكدة في حقنا أما في حقه صلى الله عليه وسلم فواجبة لحديث: أمرت بالنحر وهو سنة لكم. (رواه الترمذي) وفى رواية الدار قطني: كتب علي النحر وليس بواجب عليكم. [8]

Kurban sunnah muakkadah pada hak kita, adapun pada hak Nabi Saw. wajib, karena ada hadis yang menyatakan: Aku disuruh berkurban dan itu sunnah bagi kamu. (HR. At-Tirmizi)

Sabda Nabi kita Muhammad Saw.:

مَنْ وَجَدَ سَعَةً لِأَنْ يُضَحِّيَ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا. (رواه أحمد وابن ماجه).

 Siapa2 jang mempunyai kelapangan untuk berqurban, kemudian ia tak mau berkurban, maka janganlah hampiri tempat shalat kami.

Demikianlah kerasnja antjaman Rasul terhadap orang2 jang hartawan dan mampu dan ada wangnja, supaya berqurban pada hari Adha itu, sehingga dilarang oleh Rasul untuk turut sama bertakbir dan bersembahjang ‘Id kalau tidak mau berqurban.

Menurut imam Syafi’i, orang yang mampu makruh meninggalkannya [berkurban], karena Rasulullah Saw. bersabda:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضْحِ فَلْيَمُتْ إِنْ شَاءَ يَهُوْدِيًّا وَإِنْ شَاءَ نَصْرَانِيًّا.

Maksudnya: Barangsiapa mempunyai kelapangan, tidak berkurban, maka hendaklah ia mati dalam keadaan mati Yahudi atau mati Nasrani, jika dia mau.

Hadis lain menyatakan pula bahwa Rasul Saw. bersabda:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضْحِ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا.

 Maksudnya: Barangsiapa mempunyai kelapangan, tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati Mushalla kita.

  1. Beberapa Masalah Kurban
  2. Sunnah Setiap Tahun Berkurban

Perintah berkurban terulang setiap tahun bagi yang mampu, tidak hanya sekali seumur hidup.

Perintah berkurban berulang dengan masuknya waktu berkurban, yaitu tanggal 10 sampai 13 Dzulhijjah.

Orang yang mampu pada tahun ini untuk berkurban maka ia diperintahkan berkurban. Jika tahun akan datang ia juga mampu berkurban, maka ia juga tetap disunnahkan untuk berkurban. Berbeda dengan akikah, kalau akikah penyembelihan hewan cukup sekali seumur hidup.

  1. Siapa yang berkurban?

فلو فعلها واحد من أهل البيت كفت عنهم ، وإن سنت لكل منهم، فإن تركوها كلهم كره. قال فى التحفة: ومعنى كونها سنة كفاية مع كونها تسن لكل منهم: سقوط الطلب بفعل الغير، لا حصول الثواب لمن لا يفعل.[9]

Jika memperbuatnya (kurban) seseorang dalam satu rumah maka memadalah dari semuanya, sekalipun disunnahkan setiap mereka berkurban. Jika mereka semua meninggalkannya dimakruhkan. Berkata dalam kitab Tuhfah Al-Muhtaj Karya Ibn Hajar Al-Haitami: Dan makna hukumnya sunnah kifayah adalah bersama keadaannya tetap disunnahkan bagi tiap-tiap mereka: gugurnya tuntutan dengan perbuatan orang lain bukan mendapatkan pahala bagi yang tidak memperbuat.

وهي عند الشافعية سنة عين للمنفرد في العمر مرة ، وسنة كفاية إن تعدد أهل البيت، فإذا فعلها واحد من أهل البيت ، كفى عن الجميع.[10]

Menurut mazhab Syafi’i: Sunnah ‘ain bagi seseorang sekali dalam seumur hidup dan sunnah kifayah jika berbilang keluarga, maka jika salah satu dari keluarga memperbuat maka memadalah bagi sekalian.

  1. Ta’yin Kurban

فحينئذ فما يقع في ألسنة العوام كثيرا من شرائهم ما يريدون التضحية به من أوائل السنة، وكل من سألهم عنها يقولون له: هذه أضحية، من جهلهم بما يترتب على ذلك من الأحكام يصير به أضحية واجبة يمتنع عليه أكله منها.[11]

Maka ketika itu, apa yang terjadi pada lisan kebanyakan orang awam dia membeli hewan yang mereka kehendaki kurban dari awal tahun dan setiap orang yang bertanya kepada mereka tentang hewan itu mereka menjawab: ini kurban, karena kebodohan mereka akibat sedemikian itu dari hukum-hukum yang menjadikan kurban wajib yang dilarang atasnya memakannya.

(التعيين) كأن يقول هذه أضحيتي أو سأضحي بهذه الشاة، فيجب حينئذ أن يضحى بها.[12]

(Ta’yin) seperti bahwa berkata seseorang: ini kurbanku atau aku akan berkurban dengan kambing ini, maka wajiblah ketika itu bahwa dia berkurban dengannya.

  1. Anak-anak dan musafir berkurban

والخلاصة: أن الأضحية للصغير من مال وليه تستحب عند الحنفية والمالكية، ولا تستحب عند الشافعية والحنابلة.[13]

Kesimpulan: Bahwa berkurban bagi anak kecil yang digunakan dari harta walinya dianjurkan menurut Hanafiyah dan Malikiyah dan tidak dianjurkan menurut Syafi’iyah dan Hanabilah.

والخلاصة: أن غير الحنفية يقولون: تسن الأضحية للمسافر وغيره، وعند الحنفية: ليس عليه أضحية.[14]

Kesimpulan: Bahwa selain Hanafiyah mereka berpendapat: Disunnahkan berkurban bagi musafir dan selainnya, dan menurut Hanafiyah: Tidak disunnahkan baginya berkurban.

  1. Bolehkah kurban dan akikah sekaligus dengan 1 ekor kambing?

Jawab: Tidak memadai, meskipun ada yang berpedapat boleh.

(قوله شاة) ولو نوى بها العقيقة والضحية حصلا عند شيخنا خلافا لحج، حيث قال: لا يحصلان، لأن كلا منهما سنة مقصودة. (البجيرمى على المنهاج، ج. 4، ص. 303)

(perkataannya: kambing) jikalau ia meniatkan dengan kambing tersebut sebagai akikah dan kurban hasil keduanya menurut Syaikh kita, berbeda dengan Ibnu Hajar Al-Haitami (909-973 H), ia berkata tidak hasil keduanya, karena masing-masing keduanya sunnah yang maqsudah (dituju/dimaksud).

(مسئلة) لو نوى العقيقة والضحية لم تحصل غير واحد عند حج، ويحصل الكل عند م ر. (إثمد العين، ص. 77)

(masalah) jikalau meniatkan seseorang akikah dan kurban niscaya tidak hasil selain satu saja menurut Ibn Hajar Al-Haitami (909-973 H), dan hasil masing-masing keduanya menurut Syamsuddin Ar-Ramli (919-1004 H).

ولو ذبح شاة ونوى بها الأضحية والعقيقة أجزأه عنهما، قاله م ر، وقال إبن حجر: لا تتداخلان. (بغية المسترشدين، ص. 257)

Jikalau seseorang menyembelih kambing dan ia meniatkannya kurban dan akikah memadalah keduanya, ini pendapat Syamsuddin Ar-Ramli (919-1004 H), berkata Ibn Hajar Al-Haitami (909-973 H): Tidak bisa saling menutupi.

  1. Bolehkah menyembelih hewan kurban di hadapan hewan yang lain?

Jawab: Tidak boleh.

وأن لا يذبح واحدة بحضرة أخرى، بحيث تنظر إليها. (حاشية قليوبى وعميرة، ج. 4، ح. 243)

Dan bahwa tidak boleh menyembelih satu hewan di hadapan hewan yang lain, dengan sekira hewan yang belum disembelih melihat hewan yang akan disembelih.

  1. Bolehkah 1 kelas santri/siswa kurban dengan 1 ekor kambing atau dengan 1 ekor lembu lebih dari 7 santri/siswa?

Jawab: Tidak boleh.

(و) يجزئ (البعير والبقرة عن سبعة) للنص فيه. (نهاية المحتاج، ج. 8، ص. 134)

(dan) memadai (unta dan sapi untuk 7 orang) karena ada nasnya.

(و) تجزئ (الشاة) المعينة من الضأن أو المعز (عن واحد) فقط. (حاشية البجيرمى على الخطيب، ج. 4، ص. 334)

(dan) memadai (kambing) yang ditentukan dari jenis dha’n atau ma’izh (untuk satu orang) saja.

  1. Bolehkah 7 orang dalam 1 lembu berlainan niat?

Jawab: Boleh.

وتجوز مشاركة جماعة سبعة فأقل فى بدنة أو بقرة، سواء كان كلهم عن عقيقة أو بعضهم عن أضحية أو لا. (حاشية قليوبة وعميرة، ج. 4، ص. 256)

Dan boleh berkongsi jamaah 7 orang atau kurang pada 1 ekor unta atau sapi, baik semuanya niat akikah atau sebagian mereka niat kurban atau tidak.

ويجوز مشاركة جماعة سبعة فأقل فى بدنة أو بقرة، سواء كان كلهم عن عقيقة أو بعضهم عن ضحية أو لا ولا. (تحفة الحبيب على شرح الخطيب، ج. 4، ص. 344)

Dan boleh berkongsi jamaah 7 orang atau kurang pada 1 ekor unta atau sapi, baik semuanya niat akikah atau sebagian mereka niat kurban atau tidak akikah dan tidak kurban.

  1. Memadaikah dalam satu keluarga yang berkurban hanya Bapak saja?

Jawab: Memadai.

(والشاة) تجزئ (عن واحد) ومن كان له أهل بيت حصلت السنة لجميعها. فالتضحية سنة كفاية لكل أهل بيت. (حاشية قليوبى وعميرة، ج. 4، ص. 250)

(dan kambing) memadai (bagi seseorang) dan semua keluarganya juga mendapatkan kesunnahannya. Kurban sunnah kifayah bagi setiap satu keluarga.

ومعنى كونها سنة كفاية مع كونها تسن لكل منهم سقوط الطلب بفعل الغير، لا حصول الثواب لمن لم يفعل. (إعانة الطالبين، ج. 2، ص. 330)

Dan makna keadaannya sunnah kifayah bersama keadaannya sunnah bagi tiap-tiap mereka adalah gugurnya tuntutan dengan orang lain yang mengerjakannya, tidak mendapatkan pahala bagi orang yang tidak melakukannya.

  1. Bolehkan kurban atas nama instansi/kantor?

Jawab: Tidak boleh, karena instansi atau kantor bukan orang yang mukallaf.

 (و) تجزئ (الشاة) المعينة من الضأن أو المعز (عن واحد) فقط. (حاشية البجيرمى على الخطيب، ج. 4، ص. 334)

(dan) memadai (kambing) yang ditentukan dari jenis dha’n atau ma’izh (untuk satu orang) saja.

  1. Mana yang lebih afdhal bersedekah langsung dengan uang atau berkurban?

Jawab: Lebih afdhal berkurban.

مذهبنا أن الأضحية أفضل من صدقة التطوع، للأحاديث الصحيحة المشهورة فى فضل الأضحية، ولأنه مختلف فى وجوبها بخلاف صدقة التطوع، ولأن التضحية شعار ظاهر. (المجموع، ج. 8، ص. 425)

Mazhab kami bahwa kurban lebih afdhal dari sedekah sunnah, karena ada beberapa hadis yang shahih lagi masyhur menjelaskan keutamaan berkurban, dan karena diperselisihkan hukum wajibnya berbeda dengan sedekah, juga karena kurban syi’ar yang jelas.

(قوله وهي) أي التضحية (وقوله أفضل من الصدقة) أي للإختلاف فى وجوبها، ولقول الشافعى رضى الله عنه: لا أرخص فى تركها لمن قدر عليها، ومراده: أنه يكره تركها للقادر عليها، سواء كان من أهل بوادى أو من أهل الحضر أو السفر. (إعانة الطالبين، ج. 2، ص. 331)

(perkataannya: dan dia) artinya kurban (dan perkataannya lebih afdhal dari sedekah) artinya karena diperselisihkan hukum wajibnya, dan karena perkataan Imam Asy-Syafi’i ra.: Tidak aku berikan keringanan untuk meninggalkannya bagi orang yang mampu, dan maksudnya: bahwa dimakruhkan meninggalkannya bagi orang yang mampu, baik penduduk kampung atau penduduk yang menetap atau dalam perjalanan.

  1. Bolehkah pekurban atau panitia menjual kulit dan bagian lain dari hewan kurban?

Jawab: Tidak boleh.

لا يجوز بيع جلد الأضحية. (روضة الطالبين)

Dan tidak boleh menjual kulit kurban.

ولا بيع أي يحرم على المضحى بيع شيئ من الأضحية أي من لحمها أو شعرها أو جلدها.

Dan tidak menjual artinya haram bagi pekurban menjual sesuatu apapun dari hewan kurban artinya dari daging, bulu dan kulitnya.[15]

واعلم أن موضع الأضحية الإنتفاع، فلا يجوز بيعها بل ولا بيع جلدها، ولا يجوز جعلها أجرة للجزار، وإن كانت الأضحية تطوعا.

Dan ketahuilah bahwa kedudukan kurban dimanfaatkan, maka tidak boleh menjualnya bahkan tidak boleh menjual kulitnya, dan tidak boleh menjadikannya upah bagi penyembelih, sekalipun kurban sunnah.[16]

عن أبي هريرة : من باع جلد أضحيته فلا أضحية له. (الحاكم)

Dari Abi Hurairah ra.: Siapa yang menjual kurbannya maka tidak ada kurban baginya. (HR. Al-Hakim)

لا يجوز بيع شيئ منها, عند أكثر الفقهاء, ولكن يجوز الإنتفاع بجلدها وصوفها وقرنها وغير ذلك, والتصدق به أفضل. والله أعلم.[17]

Tidak boleh menjual sesuatu darinya menurut pendapat kebanyakan ulama, akan tetapi boleh memanfaatkan kulitnya, bulunya, tanduknya dan selain itu, namun menyedekahkannya lebih utama.

  1. Bolehkah fakir miskin menjual kulit kurban atau bagian lainnya?

Jawab: Boleh.

وللفقير التصرف فى المأخوذ ولو بنحو بيع المسلم، لملكه ما يعطاه. (بغية المسترشدين، ص. 258)

Dan bagi fakir bebas menggunakan yang ia ambil sekalipun menjual kepada muslim yang lain, karena kepemilikannya terhadap yang diberikan kepadanya.

  1. Bolehkah menjadikan upah dari hewan kurban?

Jawab: Tidak boleh.

ولا يجوز بيع شيئ من الهدي والأضحية نذرا كان أو تطوعا. (المهذب، ج. 1، ص. 240)

Dan tidak boleh menjual sesuatu dari hady dan kurban, baik nazar atau sunnah.

ويحرم أيضا جعله أجرة للجزار ولو كانت الأضحية تطوعا. (الباجورى، ج. 2، ص. 311)

Dan haram juga menjadikannya upah bagi penyembelih sekalipun kurban sunnah.

واعلم أن موضع الأضحية الإنتفاع، فلا يجوز بيعها بل ولا بيع جلدها، ولا يجوز جعلها أجرة للجزار، وإن كانت الأضحية تطوعا. (كفاية الأخيار، ج. 2، ص. 242)

Dan ketahuilah bahwa kedudukan kurban dimanfaatkan, maka tidak boleh menjualnya bahkan tidak boleh menjual kulitnya, dan tidak boleh menjadikannya upah bagi penyembelih, sekalipun kurban sunnah.

  1. Bolehkah pendistribusian daging kurban diluar daerah pekurban?

Jawab: Boleh, namun ada yang melarang.

(تنبيه) جزم فى النهاية بحرمة نقل الأضحية، وعبارتها: ويمتنع نقلها عن بلد الأضحية كالزكاة. إهـ. كتب ع ش قوله: ويمتنع نقلها أي الأضحية مطلقا سواء المندوبة والواجبة. (إعانة الطالبين، ج. 3، ص. 334)

(peringatan) menyatakan dalam kitab An-Nihayah keharaman memindahkan kurban, dan bunyi ungkapannya: dan dilarang memindahkannya dari negeri pekurban seperti zakat. Menuliskan Ali Asy-Syabramallisi (997-1087 H) perkataannya: dan terlarang memindahkannya artinya kurban secara mutlak, baik kurban sunnah dan wajib.

وفى نقل الأضحية وجهان يخرجان من نقل الزكاة والصحيح هنا الجواز. (كفاية الأخيار، ج. 2، 243)

Dan dalam memindahkan kurban ada dua pendapat dikeluarkan dari memindahkan zakat dan yang shahih disini boleh.

  1. Dimanakah tempat menyembelih kurban yang utama?

Jawab: Di rumah tempat tinggal pekurban.

الأفضل أن يضحي فى داره بمشهد أهله، هكذا قاله أصحابنا. (المجموع، ج. 8، ص. 425)

Lebih afdhal bahwa berkurban di rumahnya agar dapat disaksikan keluarganya, dan demikianlah sahabat kita berpendapat.

  1. Bolehkah mengamanatkan seseorang dengan memberikan uang untuk membeli binatang kurban dan sekaligus menyembelihnya di luar daerah pekurban?

Jawab: Boleh.

وأما نقل دراهم من بلد إلى بلد أخرى ليشتري بها أضحية فهو جائز. (إعانة الطالبين، ج. 3، ص. 334)

Dan adapun mentransfer Dirham dari satu negeri ke negeri yang lain untuk dibelikan kurban maka boleh.

  1. Bolehkah kurban atas nama orang yang meninggal dunia?

Jawab: Boleh, namun ada yang mengatakan tidak

boleh.

(ولا) تضحية (عن ميت لم يوص بها) لقوله تعالى: وأن ليس للإنسان إلا ما سعى، فإن أوصى بها جاز. وقيل: تصح التضحية عن الميت وإن لم يوص بها، لأنها ضرب من الصدقة، وهي تصح عن الميت وتنفعه.  (مغنى المحتاج، ج. 4، ص. 292)

(dan tidak) kurban (dari si mayit tidak ada wasiat denganya) karena firman Allah yang artinya: bahwa seseorang tidak mendapatkan keculai apa yang ia kerjakan, maka jika ia wasiatkan baru boleh.

وأما التضحية عن الميت فقد أطلق أبو الحسن العبادى جوازها، لأنها ضرب من الصدقة، والصدقة تصح عن الميت وتنفعه وتصل إليه إجماعا.

Dan adapun kurban bagi si mayit maka sungguh Abu Al-Hasan Al-‘Abbadi memutlakkan kebolehannya, karena ia bentuk dari sedekah, dan sedekah sah atas nama mayit dan bermanfaat serta sampai kepadanya secara ijma’.[18]

فهناك خلاف بين العلماء نأخذ برأي من أجاز لما فيه من مصلحة للفقراء وحصول الثواب.[19]

Maka dalam masalah ini ada perbedaan pendapat di antara ulama, kita mempedomani pendapat yang membolehkan karena mengandung maslahat bagi fakir dan mendapatkan pahala.

  1. Bolehkah berniat menjadikan pahala kurban untuk beberapa orang yang sudah meninggal dunia?

Jawab: Boleh dan semua mendapatkan pahala.

قال الخطيب و م ر وغيرهما: لو أشرك غيره فى ثواب أضحيته كأن قال: عني وعن فلان أو عن أهل بيتي جاز وحصل الثواب للجميع. (بغية المسترشدين، ص. 257)

Berkata Al-Khatib, Syihabuddin Ar-Ramli dan selain keduanya: jikalau seseorang menggabungkan dengan selainnya dalam pahala kurbannya seumpama ia mengatakan: dariku dan dari fulan atau dari keluargaku maka boleh dan hasil pahala bagi semuanya.

  1. Memotong kuku dan rambut

ويسن لمريدها إن لم يكن محرما أن لا يزيل شعره ولا ظفره فى عشر ذي الحجة حتى يضحي بل يكره له ذلك لقوله صلى الله عليه وسلم: إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضحي فليمسك عن شعره وأظفاره (رواه مسلم عن أم سلمة). [20]

Dan disunnahkan bagi orang yang ingin berkurban sekalipun dia tidak sedang ihram bahwa tidak menghilangkan rambutnya dan kukunya pada tanggal 10 Dzul Hijjah sampai hewan kurbannya disembelih, bahkan hukumnya makruh karena sabda Nabi Saw.: Apabila kamu melihat hilal Dzil Hijjah dan kamu menghendaki berkurban maka tahanlah rambut dan kuku. (HR. Muslim dari Ummu Salamah ra.)

  1. Pembagian Daging Kurban

والمستحب عند الحنفية والحنابلة أن تكون نسبة التوزيع أثلاثا فيأكل ثلث أضحيته ويهدي ثلثها لأقاربها وأصدقائه ولو أغنياء ويتصدق بثلثها على المساكين.[21]

Dan disunnahkan menurut mazhab Hanafiyah dan Hanabilah bahwa nisbah pembagiannya dibagi tiga, sepertiga dia makan, sepertiga dihadiahkan kepada kerabatnya dan kawannya sekalipun kaya dan sepertiga lagi disedekahkan kepada masakin.

  1. Menyimpan daging kurban

كنت نهيتكم عن ادخار لحوم الأضاحي فوق ثلاث من أجل الدافّة وقد جاء الله بالسعة فادخروا ما بدا. (رواه مسلم) وفي حديث عائشة: إنما نهيتكم من أجل الدافة فكلوا وادخروا وتصدقوا. (متفق عليه)[22]

Dulu aku melarang kamu menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari karena kelaparan/krisis (sebagian penduduk kota Madinah) dan sekarang Allah sudah memberikan kelapangan maka simpan kamulah seperlunya. (HR. Muslim) dalam hadis Aisyah ra.: Hanysanya aku larang kamu karena krisis, namun sekarang makan kamulah dan simpan kamulah dan sedekahkan kamulah. (HR. Muttafaq ‘Alaih)

  1. Bersedekah atau berkurban

التضحية أفضل من الصدقة للإختلاف في وجوبها ولقول الشافعي رضي الله عنه: لا أرخص في تركها لمن قدر عليها ومراده: أنه يكره تركها للقادر عليها.[23]

Berkurban lebih utama dari bersedekah karena khilaf tentang hukum wajib berkurban dan karena ungkapan Imam Syafi’i ra.: Aku tidak melihat ada keringanan dalam meninggalkan kurban bagi orang yang mampu. Dan maksudnya: Bahwasanya makruh meninggalkan kurban bagi orang yang mampu.

  1. Bolehkah kurban dengan uang?

Jawab: Tidak boleh.

لا تصح التضحية إلا بالأنعام. فلا يجزئ بغيرها. (الرياضة البديعة، ص. 8)

Tidak sah kurban kecuali dengan binatang ternak. Maka tidak memadai dengan selainnya.

الأضحية ذبح النعم يوم العيد، وإراقة دم الأضحية من شعائر الإسلام.[24]

Kurban adalah menyembelih binatang ternak pada hari raya ‘Idh dan mengalirkan darah kurban termasuk syi’ar Islam.

  1. Kurban hewan jantan dan betina

ويجوز ذكر وأنثى أي التضحية بكل منهما بالإجماع نعم التضحية بالذكر أفضل على الأصح المنصوص لأن لحمه أطيب ويجوز خصي لأنه صلى الله عليه وسلم: ضحى بكبشين مأحجوين أي خصيين. (رواه الإمام أحمد وأبو داود وغيرهما)[25]

Dan boleh jantan dan betina artinya kurban dengan masing-masing keduanya secara sepakat ulama, ya kurban jantan lebih utama atas pendapat yang ashah yang dinaskan karena dagingnya lebih baik. Dan boleh yang sudah dikebiri karena Nabi Saw. pernah berkurban dengan dua ekor kibas yang dikebiri. (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan selain keduanya)

  1. Memindahkan Kurban

ويجوز عند الجمهور نقلها لمسافة أقل من مسافة القصر. ويكره عند الحنفية نقلها من بلد إلى بلد إلا أن ينقلها إلى أقاربه أو إلى قوم أحوج فيجوز النقل بلا كراهة[26]

Dan boleh menurut Jumhur memindahkannya terhadap jarak lebih sedikit dari jarak qashar. Dan makruh menurut Hanafiyah memindahkan dari satu kampung ke kampung yang lain kecuali bahwa memindahkanya untuk kerabat atau masyarakat yang lebih membutuhkan maka boleh memindahkan tanpa makruh.

  1. Menggabungkan kurban dan akikah

ذكر الرملي الصغير فى نهاية المحتاج: أنه لو نوى بالشاة المذبوحة الأضحية والعقيقة حصلا. ذكر ابن حجر الهيتمي فى تحفة المحتاج: أنه لو نوى بشاة الأضحية والعقيقة لم تحصل بواحد منهما. فائدة: أجاز الحنفية الجمع بين الأضحية والعقيقة فى شاة واحدة.[27]

Imam Ar-Ramli Ash-Shaghir menyebutkan dalam kitab Nihayah Al-Muhtaj: Bahwasanya jikalau meniatkan seseorang dengan satu ekor kambing yang disembelih sebagai kurban dan akikah hasilnya keduanya. Dan menyebutkan Ibn Hajar Al-Haitami dalam kitab Tuhfah Al-Muhtaj: Bahwasanya jikalau meniatkan seseorang dengan satu ekor kambing untuk kurban dan akikah tidak hasil satu diantara keduanya. Faedah: Membolehkan mazhab Hanafiyah menggabungkan antara kurban dan akikah pada satu ekor kambing.

  1. Berkurban Dengan Menabung, Mencicil atau Mengutang

الأضحية سنة على القادر، وليست فرضا فلا يكلف الإنسان نفسه ما لا يطيق، مع كون الأضحية جائزة بمال القرض. [28]

Kurban adalah sunnah bagi yang mampu, tidak fardhu maka tidak boleh manusia membebani dirinya dengan sesuatu yang tidak mampu, sekalipun kalau dipaksakan untuk berkurban dengan berhutang maka boleh.

رَقْمُ الْفَتْوَى 7198: هَلْ يَجُوْزُ الْاِقْتِرَاضُ لِلْأُضْحِيَّةِ ؟

السُّؤَالُ : مَاحُكْمُ شِرَاءِ الْأُضْحِيَّةِ بِالتَّقْسِيْطِ عِلْمًا أَنَّهُ يَعْلَمُ أَنَّ ذَبَحَهَا لِلْمُقْتَدِرِ وَلَكِنَّهُ يَرْغَبُ بِتَطْبِيْقِ السُّنَّةِ ؟

الْفَتْوَى : فَمَنْ كَانَ غَيْرُ وَاجِدٍ لِلْمَالِ الَّذِى يَكْفِى لِشِرَاءِ الْأُضْحِيَّةِ فَاشْتَرَى أُضْحِيَّتَهُ بِالدَّيْنِ الْمُقْسَطِ، أَوْ الْمُؤَجَّلِ، لِأَجْلٍ مَعْلُوْمٍ، وَضَحَّى بِهَا أَجْزَأَهُ ذَلِكَ، وَلاَ حَرَجَ عَلَيْهِ ، بَلْ إِنَّ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ مَنِ اسْتَحَبَّ لِغَيْرِ الْوَاجِدِ أَنْ يَقْتَرِضَ لِشِرَاءِ أُضْحِيَّتِهِ، إِذَا عَلِمَ مِنْ نَفْسِهِ الْقُدْرَةَ عَلَى الْوَفَاءِ. وَاللهُ تَعَالَى أَعْلَمُ.

الـمُفْتِى: مَرْكُزُ الْفَتْوَى بِإِشْرَافِ د. عَبْدُاللهِ الْفَقِيْهُ.

No. Fatwa 7198: Apakah boleh kurban dengan hutang?

Pertanyaan: Apa hukum membeli kurban dengan cara cicil, karena ia mengetahui bahwa menyembelihnya bagi orang yang mampu akan tetapi ia ingin mengamalkan sunnah?

Fatwa: Siapa yang tidak mendapatkan harta yang cukup untuk membeli kurban lalu ia membelinya dengan hutang atau cicilan pada waktu yang ditentukan dan ia berkurban dengannya maka memadalah itu baginya, dan tidak ada masalah baginya, bahkan sebagian ahli ilmu berpendapat: Disunnahkan bagi yang tidak mampu bahwa ia meminjam untuk membeli kurbannya, apabila ia mengetahui bahwa ia mampu untuk melunasinya. Wallah A’lam.

Mufti: Pusat Fatwa dibawah bimbingan: Dr. Abdullah Faqih.  Sumber: islamweb.net Hari/Tanggal: Kamis/ 6 Dzul Hijjah 1421 H/1 Maret 2001 M

Imam Syarqawi berkata:

فَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ مُسْتَطِيْعًا لَمْ يَجِبْ عَلَيْهِ الْحَجُّ لَكِنْ إِذَا فَعَلَهُ أَجْزَاهُ. (حاشية الشرقاوى على التحرير ج. 1، ص. 460)

Artinya: Maka siapa yang tidak memiliki kemampuan tidak wajib atasnya haji, akan tetapi jika ia melakukannya memadalah akannya.

  1. Tujuh Orang Dalam 1 Lembu Berlainan Niat

وتجوز مشاركة جماعة سبعة فأقل فى بدنة أو بقرة، سواء كان كلهم عن عقيقة أو بعضهم عن أضحية أو لا.

Dan boleh berkongsi jamaah 7 orang atau kurang pada 1 ekor unta atau sapi, baik semuanya niat akikah atau sebagian mereka niat kurban atau tidak.[29]

ويجوز مشاركة جماعة سبعة فأقل فى بدنة أو بقرة، سواء كان كلهم عن عقيقة أو بعضهم عن ضحية أو لا ولا.[30]

Dan boleh berkongsi jamaah 7 orang atau kurang pada 1 ekor unta atau sapi, baik semuanya niat akikah atau sebagian mereka niat kurban atau tidak akikah dan tidak kurban.

  1. Hewan Kurban Dijadikan Upah atau dijual

ولا يجوز بيع شيئ من الهدي والأضحية نذرا كان أو تطوعا.

Dan tidak boleh menjual sesuatu dari hady dan kurban, baik nazar atau sunnah.[31]

ويحرم أيضا جعله أجرة للجزار ولو كانت الأضحية تطوعا.

Dan haram juga menjadikannya upah bagi penyembelih sekalipun kurban sunnah.[32]

            اتفق الفقهاء على عدم جواز إعطاء الجزار من الأضحية أجرة له وجوزوا إعطاءَه منها على سبيل الصدقة والهدية بعد أن يستوفي أجرته من غيرها.[33]

Sepakat ulama fikih atas ketidakbolehan memberikan kepada tukang jagal dari hewan kurban sebagai upah namun mereka membolehkan atas dasar sedekah dan hadiah setelah upahnya dipenuhi dari selain hewan kurban.

  1. Pendistribusian Daging Kurban Diluar Daerah Pekurban

وفى نقل الأضحية وجهان يخرجان من نقل الزكاة والصحيح هنا الجواز.

Dan dalam memindahkan kurban ada dua pendapat dikeluarkan dari memindahkan zakat dan yang shahih disini boleh.[34]

  1. Boleh Berwakil Dalam Berkurban

وأما نقل دراهم من بلد إلى بلد أخرى ليشتري بها أضحية فهو جائز.

Dan adapun mentransfer Dirham dari satu negeri ke negeri yang lain untuk dibelikan kurban maka boleh.[35]

  1. Orang kafir menerima daging kurban

إذا كانت الأضحية صدقة فيجوز عند الحنفية أن يأخذ منها ومنع الشافعية ذلك، أما إذا كانت منذورة فلا يأخذ منها إلا مسلم لأنها عبادة.[36]

Apabila kurban itu sedekah maka boleh menurut Hanafiyah bahwa diambil darinya dan melarang akan demikian itu mazhab Syafi’iyah. Adapun apabila kurban nazar maka tidak boleh diambil darinya kecuali bagi muslim karena kurban nazar itu ibadah (yang khusus).

  1. Penyembelih terbaik

ويسن أن يذبحها بنفسه إن أحسن الذبح للإتباع رواه الشيخان وأن يكون ذلك في بيته بمشهد من أهله ليفرحوا بالذبح ويتمتعوا باللحم. أما المرأة فالسنة لها أن توكل كما فى المجموع والخنثى مثلها والأفضل أن يستنيب مسلما فقيها بباب الأضحية ويكره استنابة كتابي وصبي وأعمى.[37]

Dan disunnahkan menyembelih kurban sendiri jika mampu dalam menyembelih karena mengikut Nabi sebagaimana dalam riwayat Syaikhan, dan semestinya dilakukan di rumahnya agar bisa disaksikan keluarganya dengan demikian mereka bergembira dan dapat menikmati dagingnya. Adapun wanita maka sunnah baginya mewakilkan sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Majmu’ dan banci seperti wanita, dan lebih utama dia meminta digantikan kepada seorang muslim yang faqih terhadap bab kurban dan makruh menggantikan kepada kafir kitabi, anak-anak dan orang yang buta.

 

Wallahu A’lam

Walhamdu Lillah

[1] Disampaikan dalam Muzakaroh Bidang/Komisi Fatwa MUI Sumut pada hari Ahad 17 Dzulkaidah 1445 H/26 Mei 2024 M di Aula MUI Sumut.

[2] Sekretaris MUI SUMUT Bidang Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan /Anggota Komisi Fatwa MUI SUMUT/Sekretaris Unit Pengumpul Zakat (UPZ) MUI SUMUT/Dosen Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumut/Anggota Gerakan Anti Narkoba (GANAS AN-NAR) MUI Sumut/ Sekretaris Jalinan Alumni Timur Tengah (JATTI) Sumut.

[3] Al-Fiqh Al-Islam wa Adillatuhu, Syekh Wahbah Az-Zuhaili, Jilid 4, hal. 2701

[4] Mughni Al-Muhtaj, Syekh Khatib Asy-Syirbini, Jilid 6.

[5] Al-Fiqh Al-Manhaji, Mushthafa Al-Khin & Mushthafa Al-Bugha, Jilid 1, hal. 232.

[6] QS. Al-Kautsar: 2

[7] HR. Imam Al-Bukhari hadis nomor 5245 dan Imam Muslim nomor hadis 1966

[8] Mughni Al-Muhtaj, Syekh Khatib Asy-Syirbini, Jilid 4, Hal. 325-337

[9] Fath Al-Mu’in, Syekh Zainuddin Al-Malibari & Hasyiyah I’anah Ath-Thalibin, Abu Bakar Usman bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi.

[10] Al-Fiqh Al-Islam wa Adillatuhu, Syekh Wahbah Az-Zuhaili, Jilid 4, hal. 2701

[11] Fath Al-Mu’in, Syekh Zainuddin Al-Malibari & Hasyiyah I’anah Ath-Thalibin, Abu Bakar Usman bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi.

[12] Is’adul Bariyah fi Ahkam Udhhiyah, Syekh Hisyam Al-Kamil, hal. 5

[13] Al-Fiqh Al-Islami, jilid. 4, hal. 2702

[14] Al-Fiqh Al-Islami, jilid. 4, hal. 2702

[15] Hasyiyah Al-Bajuri, Imam Al-Bajuri, jilid 2, hal. 311

[16] Kifayatul Akhyar, jilid 2, hal. 242

[17] Al-Fiqh Al-Wadhih minal Kitab wa As-Sunnah ‘ala Mazahib Al-Arba’ah, Syekh Muhammad Bakar Ismail, Jilid 1, hal. 515

[18] Al-Majmu’ Syarh Al-Muhazzab, Imam An-Nawawi, jilid 8, hal. 406

[19] Is’adul Bariyah fi Ahkam Udhhiyah, Syekh Hisyam Al-Kamil, hal. 36

[20] Mughni Al-Muhtaj, Syekh Khatib Asy-Syirbini, Jilid 4, Hal. 325-337

[21] Al-Fiqh Al-Islami, jilid. 4, hal. 2702

[22] Al-Fiqh Al-Islami, jilid. 4, hal. 2702

[23] Fath Al-Mu’in, Syekh Zainuddin Al-Malibari & Hasyiyah I’anah Ath-Thalibin, Abu Bakar Usman bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi.

[24]  Is’adul Bariyah fi Ahkam Udhhiyah, Syekh Hisyam Al-Kamil, hal. 37

[25] Mughni Al-Muhtaj, Syekh Khatib Asy-Syirbini, Jilid 4, Hal. 325-337

[26]  Is’adul Bariyah fi Ahkam Udhhiyah, Syekh Hisyam Al-Kamil, hal. 30

[27] Is’adul Bariyah fi Ahkam Udhhiyah, Syekh Hisyam Al-Kamil, hal. 30

[28] Is’adul Bariyah fi Ahkam Udhhiyah, Syekh Hisyam Al-Kamil, hal. 36

[29] Hasyiyah Qalyubi wa ‘Umairah, Jalaluddin As-Suyurhi dan Jalaluddin Al-Mahalli, jilid 4, hal. 256

[30] Tuhfah Al-Habib ‘ala Syarh Al-Khatib, jilid 4, hal. 344

[31] Al-Majmu’ Syarh Al-Muhazzab, Imam An-Nawawi, jilid 1, hal. 240

[32] Hasyiyah Al-Bajuri, Imam Al-Bajuri, jilid 2, hal. 311

[33] Al-Fqh Al-Wadhih…jilid 1, hal. 515

[34] Kifayatul Akhyar, jilid 2, hal. 243

[35] I’anah Ath-Thalibin, jilid 3, hal. 334

[36] Is’adul Bariyah fi Ahkam Udhhiyah, Syekh Hisyam Al-Kamil, hal. 34

[37] Mughni Al-Muhtaj, Syekh Khatib Asy-Syirbini, Jilid 4, Hal. 325-337

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles