Medan, muisumut.or.id – Pada kegiatan puncak peringatan Gebyar Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara di pelataran Kantor MUI Sumut, Senin (8/7/2024), selain peluncuran Kalender Hijriah, juga dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru. Gedung ini akan menjadi Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM), Pendidikan Kader Ulama (PKU) Wanita, serta Laboratorium Astronomi MUI Sumut.
“Dengan Bismillah, gedung berlantai empat di atas lahan seluas 200 meter persegi ini akan mulai dibangun dengan perkiraan biaya sebesar Rp 5 miliar. Semoga Allah memberikan kemudahan agar niat ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Ketua Pembangunan, Prof. Dr. Ir. H. Basyaruddin MS, kepada Tim Infokom MUI Sumut, Senin (8/7).



Prof. Basyaruddin mengakui bahwa pembangunan gedung baru ini bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan niat tulus dan keyakinan bahwa MUI sebagai pengayom umat, pembangunan ini diharapkan dapat terlaksana dengan baik dalam beberapa waktu ke depan.
Beliau juga menekankan bahwa pembangunan gedung ini sangat mendesak, terutama terkait dengan produk halal. Konsumsi umat seringkali dikelilingi oleh produk yang samar atau syubhat status kehalalannya. Oleh karena itu, laboratorium makanan dan minuman yang memadai sangat dibutuhkan untuk melindungi umat dari produk yang meragukan.
Selain itu, MUI Sumut yang telah melaksanakan Pendidikan Tinggi Kader Ulama untuk pria, kini melihat kebutuhan yang mendesak untuk pendidikan kader ulama wanita secara intensif. “Targetnya adalah agar kader ulama wanita ini dapat menguasai ilmu keislaman secara komprehensif, sekaligus sebagai proses regenerasi ulama wanita dan menjawab kebutuhan ulama wanita di tengah masyarakat,” jelas Prof. Basyaruddin.
Di lantai atas gedung ini juga akan dibangun fasilitas rukyatul hilal yang bisa digunakan untuk penetapan awal Hijriah, Idulfitri, dan Iduladha, yang setiap tahun dilaksanakan secara rutin oleh Kanwil Kementerian Agama Sumut bersama Pemprovsu dan lintas sektoral terkait.
“Semoga Allah memberikan kemudahan dalam proses pembangunan gedung ini agar dapat dimanfaatkan demi kemajuan serta kemashlahatan umat,” harap Prof. Basyaruddin.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengimbau para aghniya, donatur, dan pejabat pemerintah untuk berpartisipasi dalam mendukung proses pembangunan ini melalui sumbangan tidak mengikat, baik berupa material seperti semen, pasir, batu bata, maupun sumbangan dana yang dapat ditransfer ke rekening Panitia Pembangunan Gedung MUI Sumut di Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor rekening 7237 0932 07, atau diantar langsung ke Bendahara Pembangunan di Gedung LPPOM MUI Lantai-2, Jalan Majelis Ulama Nomor 3, Medan.
(S. Ramadhan)






