Saturday, February 7, 2026
spot_img

Workshop MUI Pematangsiantar: Membangun Perdamaian Melalui Politik Islam

muisumut.or.id, Siantar, 20 Oktober 24, Islam mendorong terciptanya perdamaian, bukan permusuhan, terutama dalam ranah politik. Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pematangsiantar, H. M. Ali Lubis, saat membuka Workshop “Resistensi Aqidah dalam Politik Islam dan Tantangan Membangun Perdamaian” di Gedung MUI Pematangsiantar, Minggu (20/10/2024).

Dalam sambutannya, H. M. Ali Lubis menekankan pentingnya prinsip ukhuwah dalam Islam yang mencakup tiga aspek: Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), dan Ukhuwah Basyariyah (persaudaraan antar sesama manusia). Menurutnya, ketiga prinsip ini menjadi landasan penting dalam menciptakan harmoni dan perdamaian dalam kehidupan sosial dan bernegara. “Islam menanamkan nilai persaudaraan untuk mendukung perdamaian, bukan permusuhan,” jelasnya.

Senada dengan itu, narasumber lainnya, H. Al-Ustadz Ikhwanuddin Nasution, menyoroti Pilkada Serentak 2024 sebagai contoh keinginan menunjukkan perdamaian melalui proses politik. Ia juga menegaskan bahwa Islam tidak melarang interaksi dengan umat beragama lain, dan perbedaan pendapat seharusnya disikapi dengan saling memaafkan, bukan menjatuhkan.

Selain itu, Prof. Dr. Fachruddin MA, Ketua Bidang Penelitian, Pengkajian, dan Penelitian MUI Sumatera Utara, menjelaskan resistensi aqidah dalam politik Islam. Beliau menguraikan beberapa bentuk resistensi, seperti eksklusivisme, inklusivisme, dan integralisme. Menurutnya, dalam konteks Indonesia, Pancasila harus dihormati sebagai landasan hukum dan aturan negara.

Workshop yang dihadiri oleh berbagai tokoh Islam di Pematangsiantar ini juga menghadirkan sesi dialog dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Ketua Panitia, Narimo, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini diadakan untuk memperbaiki persepsi masyarakat yang selama ini memandang politik sebagai sesuatu yang kotor. “Kami ingin memperkuat Siyasah Islamiyah menuju Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh peserta dari berbagai organisasi Islam di Pematangsiantar, pengurus MUI kecamatan, serta pengurus masjid setempat.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles