Tuesday, February 17, 2026
spot_img

Jejak Keilmuan Imam Al Bukhari: Kunjungan Spiritualitas MUI Sumut di Bukhara

Bukhara, muisumut.or.id – 1 November 2024, delegasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara melanjutkan perjalanan mereka di Uzbekistan dengan mengunjungi Kompleks Memorial Imam Al Bukhari di Bukhara. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi delegasi MUI Sumut untuk lebih memahami peran penting Imam Al Bukhari dalam pengembangan ilmu hadis serta kontribusinya dalam menguatkan ajaran Islam.

Kompleks Memorial Imam Al Bukhari, yang didirikan pada tahun 2001, menjadi salah satu situs utama yang mengabadikan jejak sang ulama besar, Imam Muhammad ibn Ismail al-Bukhari. Museum ini dibangun dalam desain modern yang dirancang oleh Zoirsho Kilichev, arsitek utama kota Bukhara. Bangunan megah ini tidak hanya memikat dari segi arsitektur, tetapi juga menyimpan sejarah dan nilai spiritual yang mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia. Tempat ini sangat direkomdasikan untuk dikunjungi, pengunjung hanya diminta untuk membayar 20.000 som yang jika dirupiahkan hanya 25.000 rupiah (1 som = 1,24 rupiah)

Warisan Ilmu dan Dedikasi Imam Al Bukhari

Imam Al Bukhari dikenal luas sebagai salah satu ulama terbesar dalam kajian hadis. Karya monumentalnya, Al-Jame as-Sahih, merupakan kitab yang memuat koleksi hadis-hadis sahih yang telah melalui seleksi ketat berdasarkan ketelitian dan penelitian mendalam. Dalam menyusun kitab ini, Imam Al Bukhari mempelajari lebih dari 600.000 hadis, dan dari jumlah tersebut, hanya sekitar 7.000 hadis yang diseleksi dan dimasukkan ke dalam bukunya. Oleh karena kontribusi besarnya, beliau mendapat gelar Amirul Mu’minin fil Hadith, yang bermakna “Pemimpin dalam Ilmu Hadis.”

Kunjungan ke museum ini memungkinkan delegasi MUI Sumut untuk melihat lebih dekat artefak-artefak bersejarah dan koleksi yang menggambarkan kehidupan serta perjalanan keilmuan Imam Al Bukhari. Salah satu daya tarik museum ini adalah pasir atau batu yang diambil dari makam asli Imam Al Bukhari di Samarkand, yang memberikan nuansa spiritual tersendiri bagi para pengunjung.

 

Penghormatan terhadap Jejak Keilmuan dan Spiritualitas Islam

Museum Imam Al Bukhari bukan sekadar bangunan megah, tetapi juga merupakan penghormatan terhadap salah satu tokoh besar dalam sejarah Islam. Dengan arsitektur yang terinspirasi oleh seni Islam Asia Tengah, museum ini dihiasi dengan motif-motif indah yang mencerminkan kejayaan zaman keemasan Islam. Setiap sudut museum memancarkan suasana yang tenang dan mendalam, memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk merenungkan perjalanan hidup Imam Al Bukhari dan sumbangsihnya bagi ajaran Islam.

Dalam kunjungannya,  Wakil Ketua Umum MUI Sumut, Dr. Ardiansyah, LC, MA, yang juga merupakan pakar hadis  membacakan buku buku hadis yang terpajang dan menerangkan terkait keulamaan Imam Bukhori serta berdoa bersama sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap ilmu yang diwariskan oleh Imam Al Bukhari. Dr. Ardiansyah menekankan bahwa kunjungan ini merupakan kesempatan untuk memperkuat kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, khususnya dalam mempelajari hadis sebagai sumber hukum Islam setelah Al-Quran.

Museum: Sebuah Pusat Pembelajaran dan Inspirasi

Kompleks Memorial Imam Al Bukhari tidak hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi salah satu cendekiawan Islam terbesar, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan inspirasi bagi generasi muda Muslim. Bagi delegasi MUI Sumut, museum ini memberikan perspektif baru tentang pentingnya dedikasi dalam ilmu pengetahuan dan tanggung jawab dalam menjaga keotentikan ajaran Islam. Museum ini menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi siapa saja yang ingin lebih memahami warisan keilmuan Islam dan inspirasi yang dihadirkan oleh tokoh besar seperti Imam Al Bukhari.

Dalam kesimpulannya, kunjungan delegasi MUI Sumut ke Kompleks Memorial Imam Al Bukhari menjadi momen berharga untuk mendalami nilai-nilai keteladanan yang diajarkan oleh ulama terdahulu. Delegasi berharap agar pengalaman ini dapat menginspirasi umat Islam, khususnya di Sumatera Utara, untuk terus mencintai ilmu dan menjaga ajaran Islam yang penuh hikmah. Kunjungan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menghormati dan merawat warisan budaya serta spiritual Islam yang abadi.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles