Tuesday, February 17, 2026
spot_img

Kunjungan MUI Sumut ke Madrasah Mir-i Arab: Menggali Jejak Pendidikan Islam di Bukhara

Bukhara, Uzbekistan, muisumut.or.id., 2 November 2024, MUI Sumatera Utara melakukan kunjungan ke Madrasah Mir-i Arab yang terletak di jantung kota Bukhara, Uzbekistan. Madrasah ini menjadi pusat pendidikan Islam bersejarah dan merupakan salah satu dari tiga bangunan utama yang membentuk kompleks Po-i-Kalyan, bersama dengan Menara Kalyan dari abad ke-12 dan Masjid Kalyan dari abad ke-16. Madrasah ini dibangun oleh penguasa Shaibanid, Ubaydullah Khan, pada tahun 1535-1536 dan menjadi simbol kebanggaan sejarah Islam di kawasan Asia Tengah.

Madrasah Mir-i Arab, yang dalam bahasa Arab berarti “Pangeran Arab,” dinamai sesuai dengan nama Syekh Abdullah Yamani, seorang ulama terkenal dari Yaman yang memimpin komunitas Muslim Bukhara pada masa Muhammad Shaybani. Syekh Yamani, yang berperan sebagai penasihat spiritual bagi beberapa Khan, dimakamkan di dalam madrasah yang kini menjadi salah satu pusat pendidikan Islam tertua di kawasan tersebut.

Kunjungan ini juga memberi kesempatan bagi tim untuk menelusuri kegiatan belajar di dalam madrasah yang saat ini dihuni oleh sekitar 180 siswa. Para siswa diberikan fasilitas lengkap termasuk asrama, makan, dan keperluan belajar, yang memungkinkan mereka untuk fokus pada pendidikan agama. Selain itu, madrasah ini memiliki sekitar 10 guru yang membimbing para siswa dalam memahami dan mendalami ajaran Islam.

Namun, akses bagi pengunjung ke dalam madrasah ini cukup terbatas. Meski demikian, para pengunjung masih diperbolehkan berinteraksi dan bertanya langsung kepada para guru yang dengan senang hati menjelaskan sejarah dan peran penting madrasah dalam pengembangan ilmu agama di Bukhara. Di pintu masuk, pengunjung akan menemukan maqbarah atau makam pendiri madrasah, yaitu Syekh Abdullah Yamani, yang merupakan sosok inspiratif dalam pengembangan Islam di Asia Tengah.

Madrasah Mir-i Arab tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan tetapi juga memiliki nilai arsitektur yang khas. Dengan desain bangunan persegi panjang yang megah, madrasah ini dihiasi dengan ubin mosaik berwarna pirus yang menawan. Fasad dua lantainya hampir sepenuhnya ditutupi dekorasi faience berlapis kaca, yang memberikan keindahan sekaligus keunikan tersendiri pada bangunan ini.

Kunjungan ini diharapkan memberikan inspirasi bagi MUI Sumut dalam upaya memperkaya wawasan dan pengetahuan tentang warisan pendidikan Islam, serta bagaimana madrasah tradisional dapat berperan dalam membentuk karakter generasi muda muslim.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles