Tuesday, February 17, 2026
spot_img

MUI Sumut Nikmati Budaya Tradisional Uzbekistan dalam Malam yang Berkesan di Kota Tua Bukhara

Bukhoro, Uzbekistan, muisumut.or.id., – Jumat, 1 November 2024, Rombongan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menghabiskan malam penuh kenangan di kawasan bersejarah Lyabi Hauz, jantung kota tua Bukhara, Uzbekistan. Dalam kesempatan makan malam ini, mereka tidak hanya menikmati sajian kuliner khas, tetapi juga merasakan keunikan budaya Uzbekistan yang disajikan melalui pertunjukan tari, nyanyian, dan fashion show tradisional di Nodir Devonbegi Madrasah.

Setiap malam, madrasah ini menyelenggarakan acara yang menghidupkan kembali warisan budaya Uzbek, menghadirkan paduan antara seni tari dan busana tradisional yang memikat. Para pengunjung dapat menikmati hidangan lezat sambil menyaksikan pertunjukan yang menggugah kekaguman akan kekayaan budaya lokal. Bagi rombongan MUI Sumut, pengalaman ini memberikan wawasan mendalam tentang seni dan tradisi yang telah terjaga selama berabad-abad di tanah Uzbek.

mahasiswa madrasah memperkenalkan budaya dan tariannya
mahasiswa madrasah memperkenalkan budaya dan tariannya

Suasana di sekitar Lyabi Hauz begitu memikat. Meskpun malam yang terasa dingin taman di kawasan ini dipenuhi pengunjung. Di sekitar kolam yang dikelilingi pohon-pohon tua, para wisatawan dapat menikmati pemandangan yang menyejukkan dan mengunjungi  toko suvenir yang menawarkan berbagai macam barang khas Uzbekistan. Bagi rombongan MUI Sumut, berkeliling di kawasan ini menjadi pengalaman yang berkesan, sekaligus memberikan kesempatan untuk melihat dan berbelanja suvenir khas.

Usai menikmati makan malam,  rombongan menemukan patung ikonik Khoja Nasrudin – seorang tokoh legendaris dalam budaya Uzbekistan yang sering dikaitkan dengan kisah-kisah penuh humor dan satir. Patung perunggu tersebut menampilkan sosok Nasrudin yang sedang menunggang keledai dalam pose jenaka. Patung ini ditempatkan di atas pedestal berbentuk persegi panjang dengan posisi dua kaki keledai yang menyentuh dasar, seakan menggambarkan gerakan dinamis keledai yang tengah berjalan. Sosok Khoja Nasrudin mengingatkan beberapa anggota rombongan akan tokoh Abu Nawas dari kisah “1001 Malam,” yang juga populer di Indonesia dengan cerita-cerita humor yang penuh pesan moral.

berfoto bersama patung Abu Nawas
berfoto di patung Abu Nawas

Malam itu menjadi lebih dari sekadar santapan lezat. Perpaduan antara budaya, sejarah, dan seni tradisional Uzbekistan yang disajikan di Lyabi Hauz berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi rombongan MUI Sumut. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya wawasan mereka, tetapi juga menambah inpirasi untuk membangkitakan wisata halal di Indoensia khususnya Sumatera Utara, dimaa ada tempat orang bisa menikmati makanan sambil menikmati budaya serta berbelanja..

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles