Saturday, February 7, 2026
spot_img

Delegasi MUI Sumut Sampaikan Terimakasih ke Pusat Kajian Imam Bukhari dan Sekolah Tinggi Ilmu Hadis di Uzbekistan

Samarkand, Uzbekistanm muisumut.or.id, 4 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI-SU) yang diwakili oleh Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI), KH Akhyar Nasution, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kesempatan mengunjungi Pusat Kajian Imam Bukhari di Uzbekistan. Lembaga pemerintah ini didirikan untuk memperkenalkan kontribusi keilmuan para ulama Asia Tengah yang dalam literatur klasik dikenal dengan sebutan ma wara’a an-Nahr atau Transoxiana.

Dalam wawancara, KH Akhyar Nasution mengungkapkan kebahagiaannya ketika mendapatkan informasi dari Rektor Dr. Barot Amonov bahwa mulai Oktober 2024, Pusat Kajian Imam Bukhari akan menawarkan program beasiswa internasional bagi mahasiswa dari berbagai negara. “Kami sangat berharap dapat mengirim mahasiswa berprestasi dari Indonesia melalui dukungan MUI Sumut. Ini adalah kesempatan besar bagi generasi muda Indonesia untuk mendalami ilmu dan peradaban Islam yang berkembang pesat di Asia Tengah,” ujar KH Akhyar.

Program beasiswa ini juga ditujukan kepada para peneliti manuskrip keislaman dari seluruh dunia, terutama mereka yang ingin meneliti tentang karya-karya para ulama Asia Tengah. Lembaga ini telah melakukan banyak inisiatif dalam mengumpulkan, meneliti, menerjemahkan, serta mempublikasikan berbagai karya ulama Asia Tengah, khususnya karya-karya monumental dari Imam Bukhari. Dr. Barot Amonov menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan agar generasi muda di seluruh dunia dapat mengenal dan mengapresiasi warisan intelektual yang dihasilkan para ulama besar.

Tidak hanya mengunjungi Pusat Kajian Imam Bukhari, delegasi MUI Sumut juga diberi kehormatan untuk berkunjung ke Sekolah Tinggi Ilmu Hadis Imam Bukhari. Lembaga pendidikan ini fokus pada kajian mendalam terhadap Al-Quran dan Hadits, dengan kajian hadits yang mencakup berbagai kitab yang disusun oleh para Imam Hadits seperti Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah. KH Akhyar menyampaikan bahwa Sekolah Tinggi Ilmu Hadis ini telah menjadi pusat penting dalam melahirkan generasi cendekiawan yang mampu memahami dan mengembangkan ilmu hadits secara mendalam.

Delegasi MUI Sumut juga mendapatkan kesempatan untuk meninjau fasilitas di Sekolah Tinggi Ilmu Hadis tersebut, termasuk perpustakaan, ruang kelas, dan sarana olahraga mahasiswa. “Melihat fasilitas dan komitmen pendidikan yang ada, kami merasa sangat terinspirasi dan berharap agar lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia juga dapat terus berkembang dan memperluas program kajian hadits yang terstruktur dan mendalam,” tambah KH Akhyar.

Kunjungan ini tidak hanya mempererat hubungan kerjasama antara MUI Sumut dan lembaga-lembaga pendidikan Islam di Uzbekistan, namun juga membuka peluang bagi generasi muda Indonesia untuk mendapatkan akses ke ilmu pengetahuan yang berharga dari salah satu pusat peradaban Islam di Asia Tengah. KH Akhyar menegaskan komitmen MUI Sumut untuk terus mendukung mahasiswa dan peneliti Indonesia dalam mengejar kesempatan belajar di luar negeri, agar ilmu dan wawasan yang diperoleh dapat membawa manfaat bagi perkembangan Islam di tanah air.

4o

ChatGPT dapat membuat kesalahan. Periksa info penting.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles