Tashkent, Uzbekistan , muisumut.– Rabu, 6 November 2024, Prof. M. Jamil dari Indonesia memaparkan gambaran perkembangan Islam di Indonesia serta pentingnya kerja sama internasional di International Islamic Academy of Uzbekistan dalam kunjungan MUI Sumatera Utara ke Uzbelistan. Dalam pemaparannya, Prof. Jamil menjelaskan bahwa Indonesia, dengan populasi besar yang mayoritas beragama Islam, memiliki keberagaman organisasi masyarakat (ormas) Islam yang dapat hidup berdampingan secara harmonis. Hal ini dimungkinkan oleh dasar negara yang diterima semua kalangan serta pemahaman agama yang moderat dan toleran.
Prof. Jamil juga mengapresiasi kontribusi Indonesia di kancah internasional melalui tokoh-tokoh Muslim berkaliber tinggi yang menghasilkan karya akademis luas. Selain itu, ia menggarisbawahi berdirinya kampus-kampus di Indonesia yang berhasil melahirkan generasi terpadu, yang menguasai ilmu pengetahuan dan spiritualitas secara seimbang. Perkembangan religiusitas masyarakat Indonesia, tambahnya, semakin terarah dan terukur melalui berbagai peraturan yang dibuat negara untuk membentuk kehidupan beragama yang damai.
Dalam presentasinya, Prof. Jamil menyoroti pentingnya menggali kekayaan peradaban Islam di Uzbekistan sebagai perbandingan yang inspiratif. Ia menyebut tokoh-tokoh besar seperti Bahauddin Naqshband, Imam Bukhari, Ibnu Sina, hingga Timurlenk sebagai sumber pengetahuan yang bisa memperkaya perspektif dan memperkuat peradaban Islam di Indonesia.
Selain itu, Prof. Jamil menyampaikan perhatian mengenai beberapa aspek keislaman yang masih perlu diperbaiki di Uzbekistan. Menurutnya, makanan dengan sertifikasi halal masih jarang dijumpai di negara ini. Ia menekankan pentingnya pemahaman lebih mendalam tentang praktik-praktik keislaman, seperti shalat, zakat, dan lainnya, yang perlu ditingkatkan demi pengamalan agama yang lebih utuh.
Ia juga menekankan perlunya mempererat kolaborasi antara ulama dari Indonesia dan Uzbekistan, agar kedua negara dapat saling belajar dan mendukung pemahaman Islam yang damai dan moderat. Dengan adanya hubungan yang lebih mendalam, Prof. Jamil berharap Indonesia dan Uzbekistan bisa memperkuat posisi sebagai pusat peradaban Islam yang berdaya saing di






