Medan, muisumut.or.id., 8 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara turut berpartisipasi dalam acara Pembinaan Komunikasi Sosial (Komsos) bertema Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme yang diselenggarakan oleh TNI Angkatan Darat Kodam I Bukit Barisan, Jumat (8/11). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara berbagai elemen masyarakat dalam upaya menangkal paham radikalisme dan separatisme yang berpotensi mengancam keutuhan bangsa.
Drs. Muhammad Hatta, M.Si, selaku Ketua Bidang Ukhuwah MUI Sumut, hadir mewakili Ketua Umum MUI Sumut. Dalam keterangannya, Hatta menekankan pentingnya acara ini sebagai upaya nyata untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan meneguhkan komitmen seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan.
“Acara ini sangat penting sebagai wadah untuk membangun kesadaran bersama dalam menghadapi paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan kita. MUI mendukung penuh kegiatan semacam ini yang menumbuhkan semangat persatuan dan memperkuat ukhuwah di antara seluruh elemen masyarakat,” ujar Hatta.
Hatta juga menambahkan bahwa peran ulama dan tokoh agama sangatlah krusial dalam memberikan pemahaman yang benar mengenai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, menekankan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan cinta tanah air. Menurutnya, radikalisme dan separatisme dapat dicegah apabila seluruh pihak, termasuk TNI, MUI, dan masyarakat, berkolaborasi secara aktif dalam pembinaan mental dan keagamaan yang sehat dan seimbang.
Selain itu, Kodam I Bukit Barisan menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara TNI, MUI, dan berbagai organisasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan stabilitas di Sumatera Utara. Acara ini diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama untuk menjaga keutuhan NKRI dan membangun ketahanan nasional yang kokoh di tengah tantangan era globalisasi.
Pembinaan Komsos yang dilaksanakan ini juga menampilkan paparan dari para pakar dan praktisi, termasuk dari pihak TNI, yang membahas strategi dan langkah-langkah preventif dalam menghadapi isu radikalisme dan separatisme. Di akhir acara, seluruh peserta sepakat untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi lintas sektor demi menciptakan Indonesia yang aman, damai, dan bersatu.






