Monday, February 2, 2026
spot_img

Dr. Erwan Efendi Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama dalam Pembinaan BKM Nias Utara oleh MUI Sumut

Nias Utara, muisumut.or.id., 12 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menggelar acara Pembinaan Kehidupan Beragama dalam Penguatan Nilai-Nilai Moderasi Beragama, khususnya bagi para pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) se-Kabupaten Nias Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman tentang moderasi beragama sebagai landasan dalam menjaga keseimbangan dan kerukunan umat beragama di tengah masyarakat yang majemuk.

Dr. H. Erwan Efendi, S.Sos., MA, selaku narasumber, menyampaikan bahwa moderasi beragama penting untuk diartikulasikan dengan konsep wasathiyyah, atau “umat tengah,” sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an pada Surat Al-Baqarah. Ia menjelaskan bahwa prinsip wasathiyyah menekankan keseimbangan antara wahyu dan akal, toleransi antar umat beragama, serta sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Dr. Erwan, moderasi beragama tidak hanya berarti menjauhi sikap ekstremisme atau kekerasan, tetapi juga bertujuan untuk menjadikan agama sebagai sumber kesejahteraan bagi umat manusia secara keseluruhan. “Moderasi beragama berarti kita hidup berdampingan dengan agama lain dengan sikap yang terbuka dan saling menghargai, sehingga agama benar-benar berperan dalam membangun masyarakat yang harmonis,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran ulama dan tokoh agama yang moderat dalam memberikan fatwa, nasihat, dan pencerahan kepada masyarakat. Dr. Erwan menekankan bahwa ulama berperan penting dalam menangkal pemahaman yang sempit, sehingga masyarakat dapat memiliki pandangan yang lebih luas dan inklusif terhadap ajaran agama. Hal ini, menurutnya, dapat membantu menciptakan lingkungan yang damai dan saling mendukung.

Acara ini dihadiri oleh puluhan 33 pengurus BKM dari berbagai kecamatan di Nias Utara serta tokoh masyarakat setempat. MUI Sumut berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman dan penerapan moderasi beragama di wilayah Nias Utara, sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan yang mendukung toleransi dan persatuan di masyarakat

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles