Istambul, Turkiye, muisumut.or.id., Delegasi MUI Sumatera Utara dalam kunjungan ilmiahnya pada hari pertama Kamis, 14 November 2024 setibanya di Bandara Istanbul pada pukul 09.45 Waktu Turkiye langsung melaksanakan kunjungan ke masjid bersejarah di Turkiye yakni masjid Ayasofia atau Hagia Shofia. Masjid ini awalnya adalah gereja kemudian diresmikan menjadi masjid yang hari ini dilaksanakan shalat berjama’ah. Bangunan masjid dibiarkan asli sebagaimana adanya, hanya ada sedikit renovasi/inovasi seperti tempat air wuduk. Masjid dibiarkan seperti aslinya agar masyarakat dan para pengunjung dapat melihat peninggalan sejarah. Masjid Hagia Sofia itu juga ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai belahan dunia. MUI Sumatera Utara bahkan bertemu dengan orang dari Jepang, dan negara lain.
Masjid Hagia Sofia memberikan akses gratis tanpa tiket pada jam shalat, khususnya dibuka saat azan berkumandang. Namun ketika selesai shalat berjama’ah, pengunjung harus membayar tiket masuk untuk masuk ke Hagia Sofia. Informasi yang diterima bahwa bentuk asli bangunan sebelumya memang sengaja dibiarkan oleh Pemerintah Turkiye untuk mengabadikan sejarah.
Rombongan MUI Sumut melaksanakan shalat berjama’ah jamak qasar Zhuhur dengan Ashar di masjid tersebut yang diimami oleh Dr. Irwansyah dan ditutup dengan doa untuk kemajuan dan kesejahteraan Sumatera Utara.
Dr. H. Maratua Simanjuntak mengungkapkan rasa syukur karena bisa sampai ke masjid ini dan sekaligus melaksanakan shalat berjama’ah di sana. Ini adalah khazanah Islam yang harus dijadikan pelajaran bahwa ada rumah ibadah yang dahulunya adalah rumah ibadah agama lain, namun hari ini azan berkumandang dan shalat berjama’ah dilaksanakan disana, ujarnya.
Semantara itu, Ketua Rombongan Dr. M. Tohir Ritonga didampingi Sekretaris Ustadz Ahmad Azlisyah mengatakan bahwa awalnya kita tidak diizinkan berphoto oleh petugas di dalam masjid, namun setelah kita jelaskan kepada petugas bahwa rombongan ini adalah utusan MUI Provinsi Sumatera Utara maka akhirnya mereka membolehkan untuk mengambil photo bersama. Alhamdulilah.

Pada saat yang sama Tim Delegasi MUI Sumatera Utara juga mengunjungi Blue Masque atau masjid biru yang saat ini juga sedang direnovasi oleh Pemerintah Republik Turkiye, tidak jauh dari Hagia Shopia. Masjid Biru ini juga dibangun dengan megah dengan nuansa keramik marmer khas Turkiye. Masjid ini juga tak kalah ramainya didatangi pengunjung wisatawan. Ini tentu menjadi daya tarik tersendiri untuk hadir di Turkiye.
Dimesjid Biru ini Rombongan MUI melaksanakan shalat sunnah Tahiyyat masjid untuk mendapatkan barokah dan rahmat Allah Swt.
Diantara yang unik adalah, di saat waktu shalat sudah masuk maka suara azan akan di kumandangkan secara bergantian dari masjid Ayasofia dan masjid Biru. Tidak ada yang saling mendahului, sehingga selesai azan juga bersamaan. Ini merupakan bentuk ukhuwah Islamiyah, sehingga sesama masjid saling menguatkan spritual jama’ah yang shalat di dalamnya.
Harapannya Indonesia, khususnya Sumatera Utara juga dapat membangun masjid semegah ini dan akhirnya mendatangkan wisatawan untuk berkunjung. Secara ekonomi, ini juga menguntungkan masyarakat, dimana diseputaran masjid banyak UMKM dan usaha-usaha kecil membanjiri seputaran masjid. Dengan begitu keberadaan masjid mensejahterakan umat sekitarnya. (Ir)






