Ankara, muisumut.or.id., 15 November 2024, Rombongan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, yang tengah melakukan kunjungan ke Turki, dipandu oleh Yusuf, seorang guide profesional yang fasih berbahasa Indonesia. Yusuf, yang memiliki latar belakang pendidikan sarjana ekonomi dan sarjana pariwisata, memimpin perjalanan rombongan MUI Sumut dengan penuh semangat dan pengetahuan mendalam tentang sejarah peradaban Turki.
Dalam perjalanan tersebut, Yusuf dengan cermat menjelaskan tentang beberapa ikon terkenal Turki, termasuk Masjid Ayasofia, Masjid Biru, Topkapi Palace, dan Stadion Turki. Setiap tempat yang dikunjungi memiliki cerita dan sejarah yang kaya, yang diceritakan oleh Yusuf secara detail. Banyak peserta yang terlibat dalam diskusi seputar sejarah, termasuk tokoh-tokoh seperti Prof. Arifinsyah, Prof. Abdullah Jamil, Prof. Hasan Bakti, dan Hatta Siregar, yang semua aktif bertanya dan berdialog dengan Yusuf selama perjalanan.
Yusuf yang sangat fasih berbahasa Indonesia mengungkapkan bahwa ia pernah belajar bahasa Indonesia selama tiga bulan di Indonesia, yang memudahkan komunikasi dengan rombongan. Keahliannya dalam bahasa Indonesia ini semakin mendalamkan koneksi antara peserta dan guide, serta menambah kualitas perjalanan edukatif tersebut.
Sebagai seorang guide senior, Yusuf tidak hanya memandu dengan pengetahuan yang luas, tetapi juga dengan rasa hormat dan apresiasi terhadap rombongan MUI Sumut. “Saya sangat senang bisa membersamai rombongan ulama dari Sumatera Utara dalam perjalanan ini. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ujar Yusuf dengan tulus.
Yusuf juga menekankan pentingnya pemahaman sejarah dan budaya, yang menurutnya merupakan bagian penting dari perjalanan spiritual. “Saya berharap kunjungan ini tidak hanya menambah wawasan sejarah, tetapi juga memberikan inspirasi dan semangat bagi para ulama dalam menjalankan tugasnya di Indonesia,” tambah Yusuf.

Rombongan MUI Sumut pun merasa sangat terbantu dengan kepiawaian Yusuf dalam membimbing mereka, dan mereka berharap perjalanan ini bisa mempererat hubungan antara Indonesia dan Turki, terutama dalam konteks penguatan pendidikan dan pemahaman sejarah Islam. (Ir)






