Medan, muisumut.or.id – 01 Maret 2025 – Dr. H. Maratua Simanjuntak, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, menyampaikan pesan penuh hikmah dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Dalam ceramahnya yang disampaikan , beliau mengajak seluruh umat Islam untuk memasuki Ramadhan dengan hati yang bersih, gembira, dan penuh syukur.
“Alhamdulillah, kita telah sampai di bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan. Mari kita sambut dengan hati yang bersih dan penuh sukacita,” ujar Dr. Maratua Simanjuntak. Beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dua Peran Penting MUI
Dr. Maratua mengingatkan bahwa MUI memiliki dua peran utama, yaitu Shadiqul Hukumah (mitra pemerintah) dan Himayatul Ummah (pelindung umat). Dalam peran Shadiqul Hukumah, MUI memberikan tausiah, saran, pendapat, dan jika diperlukan, mengeluarkan fatwa. Sementara itu, peran Himayatul Ummah mencakup peningkatan pemahaman agama, penggerakan pengamalan agama, serta pembelaan terhadap umat.
Kegiatan Ramadhan MUI Sumut
MUI Sumatera Utara, di bawah kepemimpinan Dr. Maratua, telah menyiapkan berbagai kegiatan selama Ramadhan, termasuk ceramah dan tausiah melalui radio MUI. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan spiritual kepada masyarakat serta mengingatkan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.
Keutamaan Ramadhan
Dr. Maratua menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan nikmat dan rahmat Allah. Beliau mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa siapa pun yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
“Bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita perbanyak amal ibadah, seperti shalat tarawih, tahajud, witir, dan bersedekah,” pesan Dr. Maratua.
Pintu Surga Terbuka Lebar
Beliau juga mengingatkan bahwa pada bulan Ramadhan, pintu surga dibuka lebar-lebar, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Ini adalah kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan dan menghindari segala bentuk maksiat.
“Jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan ini. Satu hari batal puasa nilainya tidak akan bisa diganti sepanjang masa,” tegas Dr. Maratua.
Ajakan untuk Taubat dan Silaturahim
Di akhir pesannya, Dr. Maratua mengajak seluruh umat Islam untuk bertaubat, memperbaiki hubungan dengan keluarga, dan mempererat silaturahim. Beliau juga menekankan pentingnya saling memaafkan dan menjaga hati yang bersih selama Ramadhan.
“Mari kita sambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh sukacita. Semoga kita termasuk orang-orang yang meraih ampunan dan rahmat Allah di bulan yang mulia ini,” tutup Dr. Maratua.






