Medan, muisumut.or.id, Medan, Konsul Jenderal Singapura Medan DR. Edmund Chia dan stafnya Vincent Lorintus kembali berkunjung ke Kantor Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Kamis (13/3/2025)
Kehadiran Konsul Singapura ini diterima langsung oleh Ketua Umum MUI-SU Buya DR. H. Maratua Simanjuntak didampingi Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, KH Akhyar Nasution, Sekretaris Bidang Ukhuwah Drs. H.T. Darmansyah, MA dan Kepala Tata Usaha MUI-SU Muhammad Puadi Harahap, SH., M.Pd
Dalam bertemuan yang penuh keakraban terlihat Bahasa Indonesia Konsul Jenderal telah mengalami perkembangan yang begitu pesat dibandingkan dua tahun yang lalu.
Dalam sambutannya Konjend menjelaskan bahwa Singapore mempunyai kepentingan politik yang cukup besar dengan Indonesia. Di samping sebagai negara sahabat, bagi Singapore Indonesia juga adalah negara besar yang akan berperan penting di kawasan Asia Tenggara.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit Ketua Umum MUI-SU dan Konjend juga membicarakan tentang penetapan awal Ramadhan dan 1 Syawal
Menurut buya Ketua Umum MUI-SU sejak empat tahun ini, Indonesia mulai menggunakan kriteria baru penentuan awal bulan Hijriyah. Kriteria itu mengacu hasil kesepakatan Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) pada 2021.
Selama ini, kriteria hilal (bulan) awal Hijriyah adalah ketinggian 2 derajat, elongasi 3 derajat, dan umur bulan 8 jam. MABIMS bersepakat untuk mengubah kriteria tersebut menjadi ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan surat bersama ad referendum pada 2021 terkait penggunaan kriteria baru MABIMS di Indonesia mulai 2022.
“Kriteria MABIMS Baru ini merupakan hasil Muzakarah Rukyah dan Takwim Islam MABIMS pada tahun 2016 di Malaysia yang diperkuat oleh Seminar Internasional Fiqh Falak di Jakarta yang menghasilkan Rekomendasi Jakarta tahun 2017. Oleh karena itu, Kementerian Agama menetapkan untuk menggunakan kriteria baru yang disepakati oleh negara-negara anggota MABIMS dan keadaan puasa di Medan dan Singapore.
Di sela-sela pembicaan Ketum MUI-SU dan Konjen juga membahas tentang dampak buruk korupsi terhadap negara.
Termasuk hukuman mati bagi pelaku korupsi besar.
Pada akhir acara Konjen Singapura menyerahkan secara simbolik 90 paket hadiah untuk pengurus MUI-SU dan bantuan bagi kaum dhuafa. Acara yang berlangsung sekitar satu jam dengan penuh keakraban ditutup dengan bertukar cenderamata dan sesi foto bersama.
Kontributor: KH Akhyar Nasution






