Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Lewat Podcast dan YouTube, MUI Siantar Tawarkan Format Dakwah yang Relevan

muisumut.or.id-Pematangsiantar — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar kini mengambil langkah maju dalam mendekatkan dakwah kepada masyarakat dengan membangun studio dakwah digital sendiri. Studio ini digunakan untuk memproduksi konten keislaman dalam bentuk podcast, ceramah daring, dan program produksi konten berbasis YouTube, sebagai respon terhadap pola konsumsi informasi umat yang terus berkembang.

Sekretaris Umum MUI Pematangsiantar, H. Ahmad Ridwansyah, mengatakan bahwa media digital adalah keniscayaan dakwah hari ini. “Kami tidak ingin hanya hadir di ruang-ruang fisik. Melalui podcast dan YouTube, dakwah bisa masuk ke rumah, ke kendaraan, bahkan ke perangkat pribadi generasi muda. Ini medium untuk memperluas jangkauan pesan Islam yang sejuk dan membangun,” ujarnya, Jumat (13/6), saat menerima kunjungan tim Majalah Ulama MUI Sumatera Utara.

Di studio tersebut, MUI secara rutin memproduksi ceramah Jumat sore, podcast Ramadan tematik, dan dialog keumatan yang merespon isu sosial dan agama secara kontekstual. Selain konten audio-visual, kanal YouTube MUI Pematangsiantar juga dimanfaatkan sebagai ruang edukasi sekaligus pembinaan, salah satunya dengan menyelenggarakan perlombaan keislaman berbasis digital yang menyasar pelajar dan remaja (tingkat SD-SMP-SMA).

Ketua Komisi Infokom MUI Pematangsiantar, A. Fitrianto, menjelaskan bahwa pendekatan ini dilakukan untuk memastikan pesan-pesan dakwah dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas. “Kami menyasar masyarakat urban dan generasi muda yang lebih akrab dengan platform digital. Produksi kami bersifat tematik, kontekstual, dan mudah diakses,” katanya.

Langkah MUI Pematangsiantar ini mendapat apresiasi dari MUI kabupaten/kota lain di Sumatera Utara. Bahkan, MUI Kota Tebing Tinggi telah melakukan studi banding ke studio ini untuk menggali praktik baik dalam pengelolaan dakwah digital.

Ketua MUI Sumut Bidang Infokom, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum., turut memberi apresiasi atas inisiatif ini. “Studio ini bukan hanya fasilitas teknis, tapi bentuk adaptif MUI untuk hadir secara relevan di tengah perubahan zaman. Pematangsiantar membuktikan bahwa dakwah bisa dikemas secara profesional dan tetap menyentuh substansi,” ungkapnya.

Dengan pendekatan digital yang terencana dan partisipatif, MUI Pematangsiantar memperkuat peran strategisnya sebagai institusi keagamaan yang adaptif dan komunikatif untuk menjadikan media sebagai wasilah, bukan sekadar saluran. (Yt)

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles