muisumut.or.id-SIMALUNGUN – Masjid Al-Mukhlisin di Simpang Dolok Merangir, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, mulai sepi sejak jalur tol Medan–Pematangsiantar beroperasi. Volume kendaraan yang dulu padat di jalan lintas nasional kini beralih ke tol, berdampak langsung pada aktivitas masjid yang sebelumnya menjadi persinggahan utama pelintas.
Masjid ini berdiri sejak 2003 di atas lahan hibah dari perusahaan perkebunan, dibangun melalui swadaya masyarakat dan infak para musafir. Letaknya yang strategis sempat menjadikannya tempat favorit bagi sopir truk, penumpang bus, hingga keluarga pemudik untuk salat dan beristirahat.
Kini, meski pengunjung berkurang, roda aktivitas tetap berputar. Tim Majalah Media Ulama MUI Sumut yang singgah pada jumat 13 juni 2025, mendapati beberapa kantin masih buka. Salah satunya milik Rahmaini, warga sekitar yang juga tergabung dalam Badan Kemakmuran Masjid (BKM).
“Kalau dulu ramai siang malam. Sekarang sudah lebih sepi karena orang lewat tol. Tapi kami tetap buka, karena masih ada sopir truk atau warga sekitar yang mampir,” ujar Rahmaini saat ditemui.
Rahmaini hanya membayar iuran air sebesar Rp55 ribu per bulan. Untuk listrik, ia menggunakan token mandiri. Ia mengaku tetap semangat berdagang meski pemasukan tak sebesar dulu.
Masjid ini juga masih menjadi tempat istirahat sopir kendaraan angkutan. Seorang sopir bernama Andi mengatakan, Masjid Al-Mukhlisin aman untuk singgah. “Kalau pun bawa barang, kami tenang. Di sini tidak pernah ada kejadian kehilangan,” katanya.
Ketua BKM Al-Mukhlisin, Sairul Amri P. Saragih, menyampaikan bahwa meski kondisi lalu lintas berubah, pengurus tetap melanjutkan program-program internal. Kegiatan UMKM tetap digelar secara berkala, dan pengembangan masjid terus dirancang dalam master plan jangka panjang. Termasuk rencana pembangunan menara pandang, klinik Islam, penginapan syariah, serta pusat pelatihan qori dan hafiz.
Masjid Al-Mukhlisin kini tidak lagi seramai dulu, namun fungsinya sebagai ruang ibadah, istirahat, dan kegiatan sosial ekonomi tetap dipertahankan oleh warga dan pengurusnya. (Yt)






