muisumut.or.id., Medan, 14 Juni 2025 – Kabar menggembirakan datang dari Panitia Pembangunan Gedung PTKUP dan LPPOM MUI Sumatera Utara. Setelah melalui penantian hampir satu tahun sejak pencanangan dan peletakan batu pertama pada 1 Muharram 1446 Hijriah, kini menjelang Muharram 1447 Hijriah, proses pembangunan fisik gedung akan segera dimulai. Izin resmi pun telah dikeluarkan oleh pemerintah kota melalui sistem perizinan daring. Hal ini disampaikan Ketua Panitia Prof. Dr. Basyaruddin, MS kepada Tim Infokom Sabtu 14 Juni 2025.

Gedung yang akan dibangun di atas lahan seluas 190 m² di Jalan Majelis Ulama No. 3, Kecamatan Medan Timur ini direncanakan terdiri atas lima lantai lengkap dengan atap berbentuk kubah. Proyek ini sepenuhnya dibiayai dari swadaya umat dan para dermawan, dengan estimasi biaya mencapai Rp 5 miliar.
Prof. Dr. Basyaruddin M.S., Ketua Panitia Pembangunan, menjelaskan bahwa keterlambatan pembangunan disebabkan oleh proses administratif yang cukup rumit. Hal ini karena tanah yang digunakan secara hukum tercatat sebagai milik MUI Pusat, sehingga seluruh proses perizinan harus melalui prosedur nasional yang ketat.
“Walaupun tanah ini dibeli oleh MUI Sumut, status hukumnya tetap berada di bawah MUI Pusat. Maka setiap proses harus dilakukan sesuai struktur nasional, termasuk dalam pengajuan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (P-KKPR),” jelas Prof. Basyaruddin.
Kini seluruh dokumen telah lengkap dan izin resmi telah dikeluarkan. Bukti pengesahan dapat dilihat dari Formulir Permohonan P-KKPR Non Usaha/UMK yang telah diterima dan distempel resmi oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan.
Gedung ini akan menjadi pusat kegiatan strategis MUI Sumut, terutama dalam pengembangan ulama perempuan melalui Program Tinggi Kader Ulama Perempuan (PTKUP) dan pelayanan sertifikasi halal melalui LPPOM.
“Alhamdulillah, di memasuki tahun baru Hijriah ini kita memulai langkah besar. Mari bersama-sama kita realisasikan pembangunan gedung ini demi kemajuan dakwah dan pelayanan umat. Jangan biarkan administrasi menghalangi laju pengabdian kita,” tutup Prof. Basyaruddin penuh semangat.






