muisumut.or.id, Medan, 2 Juli 2025, — Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh melalui program Pendidikan Kader Ulama (PKU) Perempuan melaksanakan kunjungan studi lapangan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, Rabu (2/7/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan silabus PKU Perempuan MPU Aceh dalam rangka memperkuat kapasitas, jaringan, dan wawasan kader ulama perempuan dalam skala nasional.
Kegiatan tersebut disambut hangat oleh jajaran MUI Sumatera Utara dan civitas akademika Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumut antara lain: Dr. H. Arifinsyah, M.Ag (Wakil Direktur PTKU), Drs. H. Sotar Nasution, MHB (Bendahara PTKU), Dr. Irwansyah, M.H.I (Sekretaris PTKU), Drs. Ahmad Darwis Ritonga (Kepala Sekretariat PTKU), Muhammad Puadi Harahap, Saidal Arifin, dan M. Alfi Syahri (Bidang Pengasuhan PTKU).
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. Ardiansyah, Lc., MA, menyatakan bahwa program PKU merupakan strategi penting dalam menjawab kebutuhan umat akan hadirnya ulama-ulama baru yang kompeten dan kontekstual.
“Kunjungan ini menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi dan membangun sinergi antar-lembaga keulamaan di dua provinsi. Regenerasi ulama adalah pekerjaan besar yang harus dipersiapkan bersama,” tegas Dr. Ardiansyah.
Rombongan dari MPU Aceh dipimpin oleh Ustaz Tgk. Ahmad Taufik, Lc dan Muhammad Afdhal, ST, serta terdiri dari 23 peserta kader PKU Perempuan. Ahmad Taufik menjelaskan bahwa program PKU Perempuan dilaksanakan selama 20 hari secara intensif dengan pengawasan langsung dari MPU Aceh, mengusung pendekatan holistik yang mencakup penguatan keilmuan, spiritualitas, serta kepemimpinan dakwah bagi perempuan.

Sementara itu, Direktur PTKU MUI Sumut, Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, MA, dalam paparannya menyampaikan bahwa pendirian PTKU dilandasi oleh kekhawatiran akan kelangkaan figur ulama yang dapat menjawab tantangan zaman.
“Saat ini, kita menghadapi krisis regenerasi ulama, baik di Sumatera Utara maupun di Aceh. Ketika seorang ulama wafat, sulit mencari penggantinya yang sepadan, apalagi yang lebih unggul. Maka kaderisasi adalah keniscayaan,” jelas Prof. Hasan.
PTKU MUI Sumut, lanjutnya, memiliki visi mencetak ulama yang ahli agama, pengamal agama, dan pejuang agama. Program ini terbuka untuk lulusan sarjana hingga doktoral, dan difokuskan pada penguatan bahasa Arab dan Inggris serta pengajaran dari dosen-dosen alumni Timur Tengah.
Dari sisi keulamaan perempuan, Ketua Bidang PKU Perempuan MUI Sumatera Utara, Dra. Hj. Rusmini, MA, menekankan pentingnya kehadiran ustazah dalam menjawab isu-isu spesifik perempuan dalam masyarakat.
“Selama ini banyak persoalan keagamaan perempuan dijelaskan oleh ustaz laki-laki. Dengan adanya PKU Perempuan, kita menghadirkan solusi yang lebih kontekstual dan representatif,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa PKU Perempuan MUI Sumatera Utara berlangsung selama tiga bulan dengan sistem non-boarding (tidak berasrama), agar peserta bisa tetap menjalankan peran domestik sambil mengikuti pendidikan.
Di akhir kegiatan, Prof. Hasan Bakti menyampaikan rencana kunjungan balasan PTKU MUI Sumut ke MPU Aceh pada akhir Juli 2025 mendatang dalam rangka menghadiri Multaqa Ulama II, sebagai bentuk keberlanjutan kerja sama strategis antarlembaga keulamaan di Sumatera bagian utara. (Irwansyah)






