Monday, February 2, 2026
spot_img

MUI Sumut Gelar FGD Pemetaan Dakwah di Daerah Perbatasan Labuhanbatu Selatan


muisumut.or.id., Labuhanbatu Selatan, 11 Agustus 2025— Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Mapping/Peta Dakwah di daerah perbatasan, Senin (11/8/2025) di Aula Kantor Camat Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

FGD ini bertujuan untuk memetakan profesionalitas, metode dakwah, materi para da’i, serta strategi penyampaian pesan dakwah di wilayah perbatasan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengukur respon jamaah terhadap dakwah yang disampaikan para da’i, sekaligus mengidentifikasi hambatan dan tantangan yang dihadapi, serta merumuskan solusi terbaik demi pengembangan dakwah di masyarakat perbatasan.

Kegiatan dihadiri Ketua Umum MUI Kabupaten Labuhanbatu Selatan H. Makmur Ismail Harahap, S.Pd.I, Ketua Baznas Labuhanbatu Selatan M. Yusuf Nasution, Ketua IPHI Labuhanbatu Selatan H. Ahmad Fadli Tanjung, Camat Torgamba Boy Gusman, serta perwakilan ormas Islam dan para da’i yang bertugas di desa-desa perbatasan antara Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Kabupaten Rokan Hilir.

Narasumber utama, Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag, Sekretaris Bidang Dakwah MUI Sumatera Utara, menegaskan bahwa dakwah di daerah perbatasan memerlukan pemahaman mendalam terhadap adat istiadat dan budaya lokal. “Pendekatan yang mengakomodasi kearifan lokal akan memudahkan masyarakat menerima pesan dakwah. Kerja sama tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan masyarakat sangat penting untuk membangun sinergi dan memanfaatkan jaringan dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang,” ujarnya.

Ketua Umum MUI Kabupaten Labuhanbatu Selatan, H. Makmur Ismail Harahap, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat strategis dalam memperkuat peran da’i di daerah perbatasan. “Dakwah di wilayah perbatasan memerlukan strategi khusus, karena di sini terjadi pertemuan beragam budaya dan kebiasaan. Melalui FGD ini, kita berharap lahir peta dakwah yang tepat sehingga pesan Islam yang rahmatan lil ‘alamin dapat sampai dengan baik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran para tokoh dan perwakilan organisasi yang telah memberikan kontribusi pemikiran. “Sinergi ini menjadi modal utama untuk memperkuat dakwah sekaligus menjaga keharmonisan kehidupan beragama di perbatasan,” tambahnya.

Dr. Sugeng Wanto juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial dan teknologi informasi untuk memperluas jangkauan dakwah dan menjaga komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan strategi ini, dakwah di daerah perbatasan diharapkan mampu berjalan efektif, menyentuh berbagai lapisan masyarakat, dan berkontribusi pada penguatan persatuan umat.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles