muisumut.or.id., Medan, 12 Agustus 2025 — Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Prof. Saparuddin Siregar, mewakili MUI Provinsi Sumatera Utara mengusulkan sejumlah langkah strategis untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi halal di provinsi ini. Usulan tersebut disampaikan dalam paparan data yang menjadi bahan bagi Delegasi Republik Indonesia pada pertemuan IMT-GT Chief Minister and Governor Forum ke-22 yang akan diselenggarakan di Trang Thailand.
Dalam paparannya, Prof. Saparuddin mengajukan tiga poin penting, yaitu:
Menjadikan tempat-tempat wisata di Sumatera Utara, khususnya kawasan Danau Toba, sebagai destinasi wisata ramah muslim yang memperhatikan kebutuhan wisatawan muslim, mulai dari fasilitas ibadah hingga Kuliner Halal.
Menyiapkan lokasi-lokasi KHAS (Kuliner Halal Aman dan Sehat) untuk memastikan ketersediaan makanan halal yang memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Menambah populasi Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) di Sumatera Utara guna menjamin suplai daging halal yang mencukupi dan berkualitas.
Acara paparan berlangsung pada Selasa, 12 Agustus 2025 di Ruang I Lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara. Rapat dipimpin oleh Dr. Faisal Arif Nasution,S.Sos., M.Si Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Pertemuan dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Basarin Yunus Tanjung, M.Si serta Kadis Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Dr. Dikky Anugerah, S.Sos., M.SP.
Hadir pula sejumlah undangan penting, antara lain Dr. Azizul Khalis, selaku GM Badan Pengelola Geopark Caldera Toba, Perwakilan para Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Perwakilan Kepala Biro Setda Provinsi Sumatera Utara, ASITA Sumut, Kadin Sumatera Utara, serta Perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara bersama Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara.
Prof. Saparuddin menegaskan, penguatan infrastruktur halal dan pengembangan wisata ramah muslim akan memberi nilai tambah signifikan bagi sektor pariwisata Sumatera Utara, sekaligus memperkuat posisi kawasan Danau Toba di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Konsep wisata ramah muslim bukan hanya soal label, tetapi memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan muslim dari sisi layanan, kuliner, dan fasilitas. Hal ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif,” ujar Prof. Saparuddin.
Dengan langkah strategis ini, Sumatera Utara diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi unggulan di kawasan IMT-GT yang menggabungkan keindahan alam dengan layanan pariwisata halal kelas dunia.






