Monday, February 2, 2026
spot_img

Pentingnya Harakah dalam Mengembangkan Ilmu Agama bagi Muslimah Pekerja Oleh: Rezkia Zahara Lubis, Alumni PTKUP MUISU

Medan, muisumut.or.id Harakah dalam mengembangkan ilmu agama bagi muslimah pekerja adalah sebuah keharusan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas iman serta moral masyarakat. Dengan semangat dakwah yang kuat, muslimah pekerja dapat menjadi agen perubahan yang membawa kemaslahatan dunia dan akhirat.

Dakwah dalam Alquran dan Hadis telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Islam. Pesan-pesan yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. dan para sahabat tetap relevan hingga kini. Namun, mewujudkan dakwah bil hikmah dalam kehidupan sehari-hari tidak selalu mudah, terutama bagi muslimah yang juga berperan sebagai pekerja. Semangat optimisme dalam berdakwah harus tetap terjaga meskipun tantangan datang silih berganti. Perempuan memiliki nilai yang sangat berharga ketika mampu menghargai martabat dan menjunjung tinggi kehormatannya. Terlebih di masa pandemi, wanita tangguh mampu bangkit dari keterpurukan dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Sebagai muslimah, kita adalah sosok yang berharga dan wajib menjaga keberhargaan diri sendiri. Kita juga memiliki tanggung jawab besar terhadap keluarga, baik ayah, suami, maupun anak-anak, serta menjaga aurat dan menjadi cendekiawan serta teladan dalam masyarakat.

Pentingnya menyampaikan ilmu agama tidak boleh diabaikan. Dunia ini sangat luas untuk diselami, dan ilmu agama harus terus dikembangkan tanpa mudah menyerah atau merasa puas dengan apa yang telah disampaikan. Ibnu Mubarok meriwayatkan dari Hibban bin Abi Jabalah bahwa: “Sesungguhnya wanita dunia yang masuk surga lebih unggul dibandingkan wanita surga, disebabkan amal yang mereka kerjakan sewaktu di dunia.”

Fenomena muslimah pekerja saat ini sangat beragam. Ada yang bekerja sambil menempuh pendidikan, menjadi tulang punggung keluarga, dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Kesibukan ini seringkali membuat waktu untuk berdakwah dan menyampaikan ilmu agama terasa terbatas. Namun, sejarah menunjukkan bahwa perempuan Islam memiliki kebebasan dan kemampuan untuk beraktivitas profesional, seperti yang dicontohkan oleh Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi Muhammad Saw. dan pengusaha sukses.

Dalam Surah An-Nisa (4:32), Allah SWT mengingatkan bahwa setiap individu berhak mengejar kebaikan dalam hidupnya tanpa memandang jenis kelamin. Islam juga menegaskan pentingnya pendidikan bagi perempuan. Dalam Surah Al-Mujadilah (58:11), Allah berfirman bahwa orang yang berilmu akan diangkat derajatnya. Ini menegaskan hak perempuan untuk belajar dan berkembang demi kemajuan masyarakat.

Harakah atau gerakan aktif dalam mengembangkan ilmu agama sangat penting bagi muslimah pekerja, terutama di tengah fenomena dakwah yang memprihatinkan saat ini. Kita menyaksikan kemerosotan moral yang melanda berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelanggaran hukum, gangguan keamanan, pergaulan bebas, hingga perilaku negatif seperti fitnah, hujat, dan bahkan pembunuhan. Semua ini menunjukkan betapa pentingnya peran dakwah yang efektif dan berkesinambungan.

Islam menghendaki kehidupan yang bersih, suci, aman, dan tenteram sebuah kehidupan yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Beliau membimbing umatnya agar menggunakan cara dan sarana dakwah yang tepat guna untuk mencapai kehidupan bermartabat. Pengabdian dalam masyarakat bertujuan meraih kemaslahatan individu dan kolektif sesuai syariat Islam, menuju kehidupan Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghaffur.

Dalam menghadapi perubahan zaman, setiap muslimah harus mampu menentukan sikap dengan berpedoman pada kaidah Islam, yaitu memelihara segala kebaikan yang telah ada dan mengambil hal-hal baik dari yang baru. Dengan demikian, tuntutan perubahan dapat direspon secara bijak dan optimal.

Selamat berjuang bagi wanita-wanita muslimah! Teruslah mencari ilmu untuk menjadi cendekiawan dan madrasah yang berakal dan berakhlak mulia. Dalam pandangan Islam, perempuan memiliki hak dan kewajiban yang setara dengan pria, termasuk dalam hal pekerjaan. Memahami ajaran Islam secara mendalam menunjukkan bahwa perempuan yang bekerja tidak hanya memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan masyarakat dan dakwah ilmu agama.

 

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles