Monday, February 2, 2026
spot_img

Ustaz Salman Tanjung Ajak Peserta Silaturahim Ulama MUI Sumut Tingkatkan Iman dan Hindari Sifat Ahmaq

muisumut.or.id, Medan, 1 November 2025 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menggelar Pertemuan Silaturahim Ulama, Tokoh, dan Cendekiawan Muslim Tahun 2025 di Grand Inna Hotel Medan, Jumat–Sabtu (31 Oktober–1 November 2025). Kegiatan dua hari ini menjadi ajang konsolidasi para ulama, akademisi, dan pimpinan ormas Islam dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah serta membangun soliditas umat di Sumatera Utara.

Mengusung tema “Memperkuat Soliditas Umat untuk Membangun Peradaban Islam yang Maju dan Berkah,” kegiatan tersebut diisi dengan berbagai sesi dialog, tausiyah, dan diskusi kebangsaan. Pada Sabtu (1/11) pagi, peserta memanfaatkan waktu setelah Salat Subuh untuk mendengarkan tausiyah dan bertukar pikiran bersama Ustaz H. Salman Tanjung, Lc, M.A., Ketua Umum MUI Kabupaten Asahan.

Dalam ceramahnya, Ustaz Salman mengingatkan tentang tanda-tanda lemahnya iman sebagaimana disampaikan Anas bin Malik. “Di antara tanda lemahnya iman adalah ketika seseorang berusaha mencari keridhaan manusia dengan kemurkaan Allah, memuja orang lain karena rezeki yang mereka miliki, atau membenci mereka hanya karena perbedaan rezeki, padahal mereka tidak menyakitimu,” ujarnya.

Beliau juga mengangkat istilah ahmaq yang dalam literatur Islam berarti “orang dungu,” yakni seseorang yang bermaksud melakukan kebaikan namun justru menimbulkan keburukan. “Kata dungu sudah lama dikenal dalam literatur Islam. Orang ahmaq adalah orang yang tahu sesuatu itu salah tapi tetap melakukannya. Mereka juga banyak berjanji namun tidak menepatinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ustaz Salman menegaskan bahwa kekuatan iman dapat dilihat dari empat aspek utama, yaitu:

  1. Keyakinan terhadap perintah Allah, yang jika diragukan menunjukkan lemahnya iman.
  2. Ketaatan terhadap larangan Allah dan keyakinan terhadap amar makruf nahi mungkar.
  3. Ketakutan terhadap ancaman Allah.
  4. Kepercayaan terhadap janji Allah bagi hamba-Nya yang taat.

Semoga kita tidak termasuk golongan ahmaq, tetapi menjadi Ahmad — orang yang terpuji di sisi Allah,” tutupnya di hadapan para peserta.

Pertemuan Silaturahim ini menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di antara para ulama dan cendekiawan Muslim untuk terus berkontribusi dalam membangun peradaban Islam yang berkeadaban dan membawa keberkahan bagi masyarakat Sumatera Utara.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles