Medan, muisumut.or.id., 28 Desember 2025 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara kembali menegaskan komitmennya untuk hadir bersama umat dalam penanggulangan dampak bencana alam. Pada rangkaian penutupan Musyawarah Daerah (MUSDA) X MUI Sumut, para peserta menggelar zikir dan doa bersama sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas bagi para korban bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Selain zikir dan doa, MUI Sumut juga kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada daerah terdampak banjir. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, kepada Ketua Umum MUI Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.


Dalam sambutannya, Dr. H. Maratua Simanjuntak menegaskan bahwa MUI Sumut akan terus membersamai umat dalam menghadapi musibah, tidak hanya melalui doa, tetapi juga aksi nyata. “MUI Sumut akan terus bersama dalam penanggulangan dampak banjir dan bencana lainnya. Tugas kita bersama adalah berdoa serta membantu semaksimal mungkin sesuai kemampuan yang kita miliki,” ujarnya.
Ia menambahkan, musibah yang terjadi di berbagai daerah hendaknya menjadi pengingat pentingnya solidaritas, empati, dan kepedulian sosial. Menurutnya, peran ulama dan organisasi keagamaan sangat strategis dalam menggerakkan kepedulian umat, sekaligus menguatkan ketabahan dan harapan masyarakat yang terdampak.
Kegiatan zikir, doa bersama, dan penyaluran bantuan ini menjadi penutup penuh makna bagi pelaksanaan MUSDA X MUI Sumut, sekaligus menegaskan peran MUI sebagai mitra umat dan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan keislaman di tengah situasi sulit yang dihadapi masyarakat.






