Medan | muisumut.or.id., 17 Januari 2026 — Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menggelar pengajian bulanan tahun 2026 yang dihadiri oleh ibu-ibu dari berbagai majelis pengajian di Kota Medan. Kegiatan ini berlangsung di Aula MUI Sumatera Utara, Sabtu (17/1/2026), bertepatan dengan 28 Rajab 1447 H.
Pengajian tersebut mengangkat tema “Shalat sebagai Mi’raj menuju Allah SWT” dengan menghadirkan Prof. Muzakkir, Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Sumatera Utara sekaligus Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Sumatera Utara, sebagai narasumber.
Kegiatan ini merupakan pengajian perdana MUI Sumatera Utara untuk periode kepengurusan 2025–2030. Pengajian bulanan ini telah lama menjadi agenda rutin KPRK MUI Sumut dan dilaksanakan setiap Sabtu ketiga setiap bulan pukul 14.00 WIB, sebagai wadah pembinaan keagamaan bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan.
Dalam penyampaiannya, Prof. Muzakkir menjelaskan bahwa shalat merupakan ibadah yang paling dicintai oleh Allah SWT. Ia mengutip hadis riwayat al-Bukhari, di mana Rasulullah SAW menyebutkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah shalat yang dilaksanakan tepat waktu, kemudian berbakti kepada kedua orang tua dan berjihad di jalan Allah.
Ia juga menyampaikan bahwa shalat menjadi cahaya, bukti keimanan, dan keselamatan pada hari kiamat. Mengacu pada hadis riwayat Ahmad, orang yang menjaga shalat akan mendapatkan cahaya dan keselamatan, sedangkan yang mengabaikannya akan dikumpulkan bersama tokoh-tokoh yang dikenal karena kesombongan dan penentangan terhadap kebenaran.
Menurutnya, shalat tidak hanya dipahami sebagai rangkaian gerakan, tetapi juga sebagai ibadah yang melibatkan jiwa dan ruh. Dengan penghayatan yang baik, shalat akan menumbuhkan ketenangan hati serta menjadi sarana pengendali diri dari perbuatan keji dan mungkar.
Prof. Muzakkir turut mengingatkan sejumlah perintah shalat dalam Al-Qur’an, di antaranya doa Nabi Ibrahim AS agar dirinya dan keturunannya tetap mendirikan shalat, serta perintah Allah SWT agar keluarga diperintahkan untuk melaksanakan shalat dengan penuh kesabaran.
Ia juga menyinggung teladan Rasulullah SAW yang senantiasa menjaga shalat malam sebagai wujud rasa syukur kepada Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim.
Dalam penjelasannya, Prof. Muzakkir mengajak jamaah untuk menghayati makna simbol-simbol dalam shalat. Mengutip pandangan Imam al-Ghazali, ia menjelaskan bahwa takbiratul ihram mengajarkan ketundukan kepada Allah, sementara salam dalam shalat mencerminkan sikap membawa kedamaian dalam kehidupan sosial.
Pengajian bulanan KPRK MUI Sumatera Utara ini terbuka untuk umum dan masyarakat diundang untuk mengikuti kegiatan secara rutin sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Selain pengajian, setiap selesai kegiatan juga diadakan jual murah sayur hidroponik organik sebagai bagian dari upaya mendukung pola hidup sehat dan pemberdayaan ekonomi umat.






