Wednesday, July 8, 2026
spot_img

Sekretaris Umum MUI Sumut: Penguatan Ketahanan Keluarga Jadi Kunci Menyiapkan Generasi Masa Depan

Medan, muisumut.or.id. – Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Ardiansyah, M.Ag., menegaskan bahwa berbagai persoalan sosial yang berkembang saat ini, termasuk fenomena LGBT dan meningkatnya kasus fatherless, perlu disikapi melalui penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi.

Menurut Ardiansyah, MUI memandang persoalan tersebut tidak dapat dilihat secara parsial. Berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat berkaitan erat dengan fungsi keluarga sebagai tempat pertama pendidikan, pembinaan akhlak, dan pembentukan karakter anak.

“Membangun ketahanan keluarga merupakan salah satu langkah penting dalam menyiapkan generasi yang berakhlak, tangguh, dan memiliki ketahanan moral menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pandangan tersebut sejalan dengan pemaparan Ketua Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) MUI Pusat, Dr. Siti Ma’rifah, yang menyampaikan bahwa fenomena LGBT perlu dipahami secara menyeluruh dengan memperhatikan berbagai faktor yang memengaruhi perkembangan anak, mulai dari kondisi psikologis, lingkungan keluarga, persoalan ekonomi, pengalaman kekerasan dalam rumah tangga, hingga fenomena fatherless.

Menurut Ardiansyah, kehadiran ayah dan ibu memiliki peran yang saling melengkapi dalam proses pengasuhan. Pendidikan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada salah satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif kedua orang tua agar tercipta lingkungan keluarga yang sehat dan harmonis.

Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an memberikan pelajaran melalui kisah kaum Nabi Luth AS. Menurutnya, penyimpangan yang dilakukan kaum Nabi Luth tidak hanya menjadi persoalan individu, tetapi berkembang menjadi perilaku yang merusak tatanan sosial masyarakat hingga akhirnya mendatangkan azab Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعَالَمِينَ ۝ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) ketika dia berkata kepada mereka, ‘Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu di dunia ini? Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama laki-laki, bukan kepada perempuan. Bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas.'” (QS. Al-A’raf: 80–81).

Selain itu, Ardiansyah juga mengutip firman Allah SWT:

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَّا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan peliharalah dirimu dari siksaan (fitnah) yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim di antara kamu saja. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.” (QS. Al-Anfal: 25).

Menurut Ardiansyah, kedua ayat tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai agama, memperkuat institusi keluarga, serta membangun kepedulian sosial. Ia menilai, penguatan keluarga merupakan langkah preventif untuk mencegah berbagai persoalan sosial yang dapat memengaruhi kehidupan generasi mendatang.

Selain penguatan peran keluarga, Ardiansyah juga menilai diperlukan dukungan kebijakan yang berpihak pada pembangunan keluarga. Salah satu di antaranya adalah lahirnya regulasi yang mampu memperkuat berbagai program pembinaan keluarga secara berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa ketahanan keluarga bukan hanya menjadi tanggung jawab masing-masing rumah tangga, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan pemerintah. Sinergi seluruh pihak dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.

“MUI terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat fungsi keluarga sebagai tempat lahirnya generasi yang beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab. Keluarga yang kuat akan menjadi fondasi bagi lahirnya masyarakat yang kuat,” pungkasnya.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,400SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles