muisumut.or.id-Medan, Dr. H. Saukani Rangkuti Lc MA, anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara, telah terpilih sebagai penerjemah resmi bahasa Arab ke bahasa Indonesia di Masjidil Haram, yang mendapatkan apresiasi luas dari jutaan jamaah haji.
DR H Saukani Rangkuti Lc MA, seorang sarjana yang menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Ummul Quro, telah mendedikasikan waktu dan tenaganya selama 7 tahun sebagai penerjemah bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Keberhasilannya ini tak lepas dari ketekunan dan kemampuan bahasa Arab yang mumpuni. Proses seleksi yang dilaksanakan oleh pemerintah Arab Saudi pun menjadi tantangan tersendiri yang berhasil diatasi oleh Saukani.
Selain menerjemahkan khotbah di Masjidil Haram, Saukani juga turut menghadirkan terjemahan kajian ilmiah dan buku-buku Agama Islam. Ia menyadari pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa mayoritas penduduk Muslim di Indonesia, sehingga pemerintah Arab Saudi memberikan kesempatan emas untuk menerjemahkan khutbah di Masjidil Haram ke dalam bahasa Indonesia.
“Terutama adalah bahasa Indonesia, karena kita masyaAllah penduduknya sangat banyak dan negara Islam yang terbanyak penduduk di dunia. Jadi pemerintah arab saudi memberikan wadah agar khutbah di masjidil haram diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia” ungkap DR H Saukani Rangkuti Lc MA
Badan Bahasa dan Terjemahan Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci turut berperan penting dalam mengembangkan terjemahan khutbah ke berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, Inggris, Prancis, Jerman, Bengali, Rusia, Cina, dan Hindi. Terjemahan khutbah ini memberikan kontribusi signifikan bagi para jemaah dalam memahami dan menyerap pesan yang disampaikan oleh Imam Masjidil Haram.
Prestasi luar biasa yang diraih oleh DR H Saukani Rangkuti Lc MA menjadi kebanggaan bagi Indonesia. Keahliannya dalam menerjemahkan bahasa Arab ke bahasa Indonesia telah memperkaya pengalaman jamaah haji dalam memahami nilai-nilai agama yang disampaikan di tempat suci tersebut. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi di bidang bahasa dan agama. (Yogo Tobing)






