Friday, March 27, 2026
spot_img

Belajar dari Registan Square, Uzbekistan: MUI Sumut Ajak Indonesia Hadirkan Wisata Sejarah Modern yang Mendidik

Samarqand, Uzbekistan, muisumut.or.id –3 November 2024,  Rombongan MUI Sumatera Utara sangat antusias menyaksikan pertunjukan proyeksi 3D spektakuler yang digelar setiap hari setelah magrib di Registan Square, Samarkand. Pertunjukan ini memukau ribuan penonton dengan menampilkan perjalanan sejarah melalui perpaduan musik dan cahaya di tengah situs bersejarah. Proyek ini merupakan program permanen dari pemerintah Uzbekistan untuk meningkatkan daya tarik wisata di Samarkand, kota yang telah lama dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Islam.

Pertunjukan yang terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya ini berlangsung sekitar 30 sd 45 menit, menyajikan visualisasi sejarah Uzbekistan yang diambil dari berbagai peristiwa penting, menghidupkan kisah-kisah masa lalu yang telah membentuk peradaban Timur. Berbeda dari hiburan serupa di kota-kota lain, pertunjukan musik dan cahaya di Registan Square didasarkan sepenuhnya pada fakta sejarah. Uzbekistan menjadi negara pertama di dunia yang menggelar pertunjukan musik dan cahaya 3D permanen, berfungsi sekaligus sebagai sarana edukasi untuk memperkenalkan warisan budaya dan sejarah kawasan tersebut kepada masyarakat luas.

Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap pertunjukan tersebut. “Ini adalah pengalaman yang tak terlupakan,” ujarnya. “Meski tidak memahami bahasa yang digunakan, kami tetap merasakan emosi yang kuat serta efek kehadiran yang luar biasa. Visualisasi sejarah ini dengan sempurna menggambarkan estetika peradaban Islam yang selalu kami cintai.”

Wakil Ketua Umum MUI Sumut, Dr. Ardiansyah, turut mengungkapkan kekagumannya. “Kami semua terpukau sepanjang pertunjukan berlangsung. Tokoh-tokoh pahlawan sejarah Uzbekistan terlihat seolah hidup, membuat kami merasa seperti melakukan perjalanan ke masa ribuan tahun yang lalu,” katanya dengan antusias.

Dr. Ardiansyah juga mengingatkan bahwa pengalaman ini mengingatkannya pada kunjungan ke Singapura di mana ada pertunjukan cahaya dan air yang menggunakan semprotan laut sebagai layar. “Namun, pertunjukan di Samarkand ini sangat emosional karena diadakan di situs bersejarah dan yang disajikan juga sarat dengan sejarah Islam. Artefak yang ditampilkan dalam proyeksi 3D pun autentik dan asli, yang semakin menambah kesan bersejarah pada pertunjukan ini,” tambahnya.

Keunikan lain dari pertunjukan ini adalah pendekatan yang diambil oleh Uzbekistan. Tidak seperti pertunjukan serupa yang sering kali menyisipkan elemen fiksi, pertunjukan ini sepenuhnya berlandaskan sejarah. Setiap adegan dalam pertunjukan mengangkat peristiwa nyata, memungkinkan penonton untuk mengenal lebih dalam tokoh-tokoh luar biasa dari Timur dan perkembangan budaya yang unik di kawasan ini.

Ketua Umum MUI Sumut berharap bahwa pelajaran dari pertunjukan ini dapat diambil dan diterapkan dalam pengembangan wisata edukatif di Indonesia, khususnya Sumatera Utara. “MUI bisa menjadi motor penggerak wisata halal yang juga mengandung edukasi sejarah dan budaya. Memang, biayanya mungkin cukup besar karena memerlukan keterlibatan berbagai pihak, seperti sejarawan, produser, sutradara, dan teknologi pencahayaan. Namun, hasilnya pasti akan lebih besar karena selain menarik pengunjung, ini juga akan mengedukasi masyarakat dan memperkuat citra bangsa kita di mata dunia,” pungkasnya.

Dengan pertunjukan ini, Uzbekistan telah menunjukkan bahwa teknologi modern dapat menjadi medium untuk menghidupkan kembali sejarah dan budaya yang kaya, sekaligus membangkitkan kebanggaan nasional. Inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia, untuk mengemas sejarah dan budaya sebagai daya tarik wisata yang berkesan.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles