muisumut.or.id-Tapanuli Selatan, Tim media majalah ulama berkunjung ke Pesantren modern unggulan terpadu Darul Mursyid yang berada di Desa Simanosor Julu, Kec. Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan. Sebagai pesantren modern, Darul Mursyid memiliki empat tujuan pendidikan. Pertama, Memiliki Aqidah yang kokoh dan pelaksanaan Ibadah yang baik. Kedua, memiliki akhlak yang mulia (Akhlakul Karimah). Ketiga, memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi dan wawasan yang luas. Keempat, memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan Teknologi Informasi yang aktif.
Adapun strategi Pesantren Darul Mursyid (PDM) diantaranya: Pertama, sistem penyaringan (filterasi) bertahap. Maksudnya ialah Peserta didik akan berlomba dan berkompetisi dengan tujuan untuk meraih prestasi. Kedua, Darul Mursyid menerapkan Kurikulum 2013 yang telah dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan mereka, sehingga mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan, seperti yang telah dicanangkan oleh pemerintah dalam kebijakan kurikulum mereka. Ketiga, Sistem pendidikan terpadu. Maksudnya adalah Madrasah Aliyah Darul Mursyid hanya menerima siswa yang telah menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Darul Mursyid, sehingga tidak membuka kesempatan bagi siswa pindahan dari sekolah lain, termasuk Madrasah Aliyah. Dengan kata lain, Madrasah Aliyah Darul Mursyid eksklusif hanya untuk siswa yang telah menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Darul Mursyid.
Drs. H. Yusri Lubis selaku direktur mengatakan bahwa para pengajar di PDM kami imbau untuk mengajar sesuai dengan perkembangan zaman. Selain itu, setelah santri mendapatkan teori maka harus dibarengi dengan praktik.
“Jadi tidak hanya teori saja yang kami berikan, contohnya seperti pelajaran biologi terkait tumbuh-tumbuhan, nah kami langsung ajak ke lapangan atau ke laboratorium, itu rutin dilakukan”. Ucap Drs Yusri.
Dalam upaya menciptakan intelektual yang Islami, Drs. H. Yusri Lubis menyadari bahwa memimpin Pesantren Darul Mursyid (PDM) tentu memerlukan pengelolaan yang baik agar dapat mengatasi berbagai tantangan yang ada.
“Kami berkomitmen untuk menyampaikan pemahaman yang jelas dan efektif tentang konsep pesantren sains kepada masyarakat, dengan tujuan utama menciptakan intelektual yang Islami yang dapat menjadi teladan bagi generasi mendatang. Karena kami memiliki tekad dan tujuan untuk membantu Pesantren Darul Mursyid (PDM) mencetak santri yang dapat menjadi tenaga profesional di bidangnya dengan didukung oleh iman yang kuat dan kokoh,” ungkap Drs. Yusri.
Drs. Yusri juga mengakui bahwa pesantren ini memiliki keunikan dalam rekrutmen pengajar, yaitu selalu membuka lowongan bagi fresh graduate sebagai tenaga pengajar. Hal ini dilakukan sebagai bentuk menjaga konsistensi sistem pendidikan di Pesantren Darul Mursyid (PDM), mengingat kemungkinan terjadinya perbedaan pandangan dan konflik antara guru yang sudah memiliki pengalaman dengan sistem pendidikan yang diterapkan di PDM.
Terkait pesantren ini, Sekretaris Umum MUI Sumut Prof. Dr. Asmuni, MA juga terkesan dengan Pesantren Darul Mursyid. Prof Asmuni mengaku bahwa pada kesempatan pertama saya melihat Pesantren ini, saya sangat terkesan dengan lingkungannya yang asri, tenang, dan kompleks yang bersih dan nyaman, sehingga proses belajar mengajar di Pesantren Darul Mursyid (PDM) dapat berjalan lebih efektif.
“Para santri di PDM menunjukkan manajemen yang sangat baik, di mana segala sesuatunya diatur dengan rapi. Contohnya, pada pagi hari ketika sarapan, perilaku seluruh santri sangat sopan dan teratur, seperti ketika meletakkan sandal saat akan melakukan salat, atau ketika masuk ke kamar mandi,” ungkap Prof. Asmuni. (YT)






