Medan, muisumut.or.id – Sabtu, 12 Juli 2025 Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Dialog Publik Umat Islam, Sabtu (12/07/2025) di Medan. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, merefleksikan kondisi umat, sekaligus merumuskan langkah menghadapi tantangan internal dan eksternal umat Islam di era globalisasi.
Dialog publik yang berlangsung dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan pemerintah, tokoh agama, akademisi, dan komunitas umat Islam. Prof. Dr. Mustapa Kamal Rokan, MA berperan sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi. Dalam dialog tersebut, sejumlah narasumber turut ambil bagian, di antaranya Sugiat Santoso, SE dari DPR RI, Muhammad Nuh, M.SP dari DPD RI, serta Prof. Fachruddin Azmi dari MUI Sumatera Utara. Selain itu, hadir juga Prof. Moch. Hatta dari BAZNAS Sumatera Utara, Dr. dr. Delyuzar dari KAHMI, dan AKBP Aswin Noor, SH, MM yang berasal dari Dit Intelkam Polda Sumut.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi perjalanan umat Islam di tengah arus perubahan zaman, khususnya di tengah gempuran globalisasi, ancaman sekularisme, liberalisme, hingga berbagai problematika sosial seperti narkoba, judi online, serta krisis identitas keislaman.
Hasil dari dialog ini dituangkan dalam 10 Poin Memorandum Rekomendasi sebagai panduan strategis dalam membangun kekuatan umat di berbagai sektor kehidupan.
10 Poin Rekomendasi Dialog Publik MUI Sumut 2025
1. Penguatan Spiritual & Gerakan Anti-Maksiat
Memprioritaskan pembinaan keimanan dan ketakwaan melalui penguatan majelis taklim, pesantren kilat, serta gerakan bersama memberantas korupsi, narkoba, dan judi online.
2. Literasi Agama di Era Digital
Meningkatkan kapasitas generasi muda menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi melalui pendidikan akidah berbasis kekinian, serta kontra-narasi terhadap radikalisme dan liberalisme.
3. Peran Umat dalam Pembangunan
Mendorong keterlibatan umat Islam dalam pembangunan nasional khususnya di bidang pendidikan, penguatan ekonomi syariah, dan pengembangan riset teknologi.
4. Pemberdayaan Ekonomi Umat
Mengoptimalkan peran UMKM dan ekonomi berbasis komunitas syariah sebagai solusi untuk mengatasi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan umat.
5. Advokasi Kebijakan Publik
Memperkuat peran serta ulama dan cendekiawan Muslim dalam merumuskan dan mengawal kebijakan publik yang berpihak pada umat dan nilai-nilai keislaman.
6. Harmonisasi Sosial Berbasis Nilai Islam
Menyinergikan kesalehan individu dengan tanggung jawab sosial, budaya, dan pelestarian lingkungan hidup.
7. Gerakan Anti-Narkoba & Judi Online
Menggalang kampanye masif di masjid, kampus, sekolah, dan media sosial untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba dan perjudian daring.
8. Reformasi Sistem Pernikahan
Mendorong sinkronisasi antara hukum agama dan negara dengan mewajibkan pencatatan nikah sebagai perlindungan bagi hak-hak perempuan dan anak.
9. Penyatuan Kalender Hijriah
Menguatkan upaya penyatuan kalender hijriah untuk mengurangi perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri demi memperkuat ukhuwah Islamiyah.
10. Hijrah Menuju Peradaban Mulia
Menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai ajakan revolusi mental, intelektual, dan sosial umat menuju peradaban yang bermartabat.
Dialog publik ini menegaskan komitmen kolektif umat Islam Sumatera Utara untuk mewujudkan rekomendasi yang telah disepakati. Implementasi rekomendasi ini akan dikawal secara kolaboratif oleh MUI Sumut bersama elemen umat, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara






