muisumut.or.id-Berastagi, Musyawarah Kerja Daerah III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2023 digelar di Berastagi Cottatage pada tanggal 29 hingga 31 Juli 2023. Acara tersebut bertema “Memperkuat Akidah dan Kesadaran Politik Umat untuk Indonesia Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur” dan menjadi momen penting bagi MUI di tingkat regional Sumatera Utara maupun nasional.
Doa pembukaan acara secara khidmat dilakukan oleh ketua MUI Asahan, H. Salman Abdullah Tanjung, MA, mencerminkan keseriusan dan kesucian acara tersebut. Selanjutnya, Dr. H. Maratua Simanjuntak selaku Ketua Umum MUI Sumatera Utara menyampaikan pidato yang penuh makna dan strategis. Beliau mengungkapkan, “Tema Mukerda tahun 2023 ini memiliki makna strategis, tidak hanya bagi MUI di semua tingkatan, tetapi juga bagi umat Islam secara regional Sumatera Utara dan Nasional Indonesia. Hal ini terkait dengan akan dilaksanakannya proses pergantian kepemimpinan Nasional, termasuk pemilihan legislatif di semua tingkatan. Umat Islam sebagai kelompok mayoritas sudah barang tentu berkewajiban mensukseskannya, sehingga terpilih pemimpin yang perduli terhadap nasib umat.
Sebagai mayoritas pula, umat Islam tidak hanya sekedar menonton dan menonton, melainkan harus memiliki peran aktif di dalamnya.”

Lebih lanjut, Dr. H. Maratua Simanjuntak mengingatkan tentang amanah hasil Ijtima’ ulama tahun 2009 di Padang Panjang, Sumatera Barat, yang menyatakan bahwa hak pilih bagi umat Islam hukumnya wajib, dan pemimpin yang wajib dipilih harus memiliki kualifikasi tertentu, seperti beriman dan bertaqwa, jujur (shiddiq), dapat dipercaya (amanah), menyampaikan aspirasi masyarakat (tabligh), memiliki kecerdasan lebih (fathanah), dan peduli terhadap umat.
Ketua Umum MUI Sumatera Utara juga memberikan pesan khusus kepada jajaran MUI Sumatera Utara dan kabupaten/kota untuk menjaga amanah tersebut dengan sebaik-baiknya dan melaksanakan program kegiatan MUKERDA III ini dengan maksimal.
Selain itu, dalam acara tersebut, Gubernur Sumatera Utara, H. Edy Rahmayadi, turut hadir dan membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, beliau memberikan penjelasan mengenai peran penting Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ayahanda Edy Rahmayadi menekankan betapa pentingnya peran MUI dalam menjaga keutuhan negara, serta menggarisbawahi bahwa ulama memiliki peran sentral dalam membimbing umat.

Sebagai seorang pemimpin, Ayahanda Edy mengakui bahwa bimbingan dan tuntunan dari ulama sangatlah berarti. Dalam upaya menghadirkan kebaikan bagi rakyat, beliau menghadiri acara tersebut bukan dengan motif politik, tetapi untuk menjalin silaturahim dan memahami posisi MUI sebagai lembaga netral yang tidak terlibat dalam kampanye politik.
Lebih lanjut, Ayahanda Edy menegaskan bahwa tanggung jawabnya sebagai pemimpin adalah mengayomi rakyat, dan beliau sangat menghargai nasehat dari para ulama sebagai langkah pencegahan dari kesalahan yang dapat menyebabkan bencana bagi bangsa dan negara.
Acara MUKERDA III MUI Sumatera Utara dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota Dewan Pertimbangan, Dewan Pimpinan, dan Pimpinan Komisi MUI Sumatera Utara, serta Utusan dari Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara, juga Ormas Islam se-Sumatera Utara.
Dengan mengusung tema yang menekankan pada penguatan akidah dan kesadaran politik umat, acara ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif bagi Sumatera Utara dan Indonesia secara keseluruhan. Semua pihak diharapkan dapat menjalin kerjasama dan memperkuat sinergi untuk mewujudkan Indonesia sebagai baldatun thayyibatun warabbun ghafur, yaitu negara yang baik, sejahtera, dan dirahmati oleh Allah. (Yogo Tobing)






