muisumut.or.id-Pematangsiantar, Tim redaksi Majalah Ulama MUI Sumatera Utara disambut hangat oleh jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar dalam kunjungan peliputan untuk edisi ke-9 majalah tersebut pada Jumat, 13 juni 2025. Rombongan terdiri dari Rustam MA, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum., Ari Syahputra, M.Hum., Yogo Pamungkas L. Tobing, M.I.Kom., dan Ali Suman Daulay.
Ketua Umum MUI Pematangsiantar, H. Muhammad Ali Lubis, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pematangsiantar merupakan kota dengan tingkat toleransi tinggi di Indonesia. “Kami dipercaya berceramah di lembaga pemasyarakatan dan aktif membina moral generasi muda. Hubungan dengan pemerintah, aparat, dan lembaga lainnya berjalan baik dalam menjaga kehidupan keagamaan yang damai,” jelasnya.
Sekretaris Umum MUI Kota Pematangsiantar, H. Ahmad Ridwansyah, turut menekankan pentingnya sinergi keumatan. Ia menyebut bahwa kerukunan di kota ini berada di peringkat kelima secara nasional, dan MUI hadir aktif sebagai penghubung umat dengan berbagai lini, termasuk digitalisasi dakwah dan pembinaan kader ulama.
Dalam sesi diskusi bersama tim redaksi, beberapa komisi di MUI Pematangsiantar turut memaparkan program unggulan mereka. Komisi Pendidikan dan Kaderisasi yang diwakili Akhyar menjelaskan rencana peluncuran *Pendidikan Dasar Kader Ulama (PDKU)* pada 6 Juli mendatang. Program ini akan dilaksanakan setiap akhir pekan sebanyak 40 kali pertemuan hingga November, dengan target 20 peserta di tahap awal. “Kami ingin menyiapkan kader ulama muda yang bisa menjawab tantangan zaman,” ujar Akhyar.
Dari sisi pembinaan umat, Komisi Dakwah melalui Rahmad Ridwan menginformasikan dua program rutin mereka: *JITU (Jihad Ilmu Sabtu)* dan *JIHAD (Jihad Ilmu Hari Ahad)*. Keduanya menyasar masyarakat secara langsung dengan pendekatan edukatif dan aplikatif terhadap persoalan keislaman sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Sekretariat MUI, Rasyid, mengungkapkan bahwa MUI Pematangsiantar juga memiliki konselor narkoba untuk mendampingi dan membina warga yang terdampak penyalahgunaan narkotika. “Kami ingin hadir tidak hanya dalam ranah ibadah, tapi juga sosial dan kemanusiaan,” tegasnya. (YT)






