Sunday, February 1, 2026
spot_img

Dr. Akmaluddin Syahputra Paparkan Peran Strategis Badan Kenaziran Masjid

Nias Utara, muisumut.or.id., 12 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, melalui Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi, Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum., mengupas peran Badan Kenaziran Masjid (BKM) sebagai pusat pembinaan nilai-nilai kehidupan beragama dan sosial masyarakat dalam sebuah diskusi pembinaan BKM di Nias Utara yang melibatkan 33 BKM dan pemerintah setempat termasuk Pjs Bupati, . Drs. Juliadi Zurdani Harahap, M.Si.

Dalam pemaparannya, Dr. Akmaluddin menekankan bahwa BKM berfungsi tidak hanya sebagai pengelola kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, pendidikan, serta kegiatan sosial yang dapat menciptakan lingkungan masjid yang ramah, inklusif, dan bermanfaat bagi semua kalangan.

Masjid sebagai Pusat Pembinaan Keagamaan dan Akhlak

Dr. Akmaluddin menjelaskan bahwa BKM memiliki peran utama dalam mengembangkan pemahaman agama yang kuat dan akhlak mulia melalui berbagai program keagamaan, seperti kajian rutin, pengajian, ceramah, dan tabligh akbar. “Masjid seharusnya menjadi sumber ilmu dan pencerahan bagi umat, serta membentuk karakter masyarakat yang berakhlak dan religius,” ungkapnya. Ia menyoroti bahwa BKM harus memastikan masjid menjadi tempat yang nyaman untuk belajar agama dan mengamalkan nilai-nilai Islam secara menyeluruh (kaffah).

Kesadaran Beragama dan Nilai Sosial di Kehidupan Sehari-hari

Menurut Dr. Akmaluddin, BKM juga bertanggung jawab dalam mengedukasi masyarakat agar menjalankan ajaran agama dengan penuh kesadaran. Hal ini dapat dilakukan melalui pendekatan dakwah yang inklusif, pembinaan moral, dan nilai-nilai akhlak seperti kejujuran, kesabaran, dan tolong-menolong. Ia menekankan bahwa dakwah yang inklusif dapat menarik partisipasi dari generasi muda dan masyarakat umum, sehingga masjid menjadi tempat yang relevan dan bermanfaat bagi semua kalangan.

Membangun Lingkungan Masjid yang Ramah dan Nyaman

Dr. Akmaluddin juga menggarisbawahi pentingnya menjaga kebersihan dan keramahan masjid, baik bagi warga setempat maupun para pendatang. Masjid harus dilengkapi fasilitas yang mendukung, seperti area wudhu dan toilet yang bersih, serta informasi dan petunjuk arah yang jelas. “Kebersihan dan keramahan menjadi bagian penting agar masyarakat merasa nyaman dan betah berada di lingkungan masjid,” jelasnya.

Peran Sosial dan Ekonomi BKM bagi Masyarakat

BKM, lanjut Dr. Akmaluddin, juga berperan dalam bidang sosial dan ekonomi untuk kesejahteraan jamaah. Program-program seperti bakti sosial, penggalangan dana untuk yatim piatu, bantuan bencana, serta santunan fakir miskin adalah bentuk kontribusi nyata dari BKM dalam menumbuhkan solidaritas sosial. BKM juga dapat menginisiasi program ekonomi berbasis masjid, seperti koperasi dan wakaf produktif, yang hasilnya dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Program Khusus Anak dan Generasi Muda

Agar masjid menjadi tempat yang ramah anak, Dr. Akmaluddin mendorong BKM untuk menyediakan fasilitas bermain dan program kreatif bagi anak-anak. Hal ini akan membantu anak-anak merasa lebih dekat dengan masjid dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tempat ibadah sejak dini. Program seperti taman pendidikan Al-Qur’an (TPA), lomba hafalan, dan kegiatan edukatif Islami lainnya diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai agama yang positif pada generasi muda.

Tantangan dan Solusi dalam Optimalisasi Peran BKM

Dalam paparannya, Dr. Akmaluddin juga membahas beberapa tantangan yang dihadapi BKM, seperti keterbatasan sumber daya dan partisipasi masyarakat yang minim. Ia menyarankan agar BKM lebih proaktif dalam penggalangan dana melalui platform digital serta menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk swasta dan lembaga zakat. Selain itu, pelatihan manajemen dan penggunaan teknologi dalam pengelolaan masjid diusulkan untuk meningkatkan profesionalitas pengurus masjid dalam melayani jamaah.

Dr. Akmaluddin Syahputra menegaskan bahwa peran Badan Kenaziran Masjid sangat krusial dalam membangun masyarakat yang berakhlak, harmonis, dan peduli. “Masjid harus menjadi pusat pemberdayaan umat yang mampu menjawab kebutuhan spiritual, sosial, dan ekonomi masyarakat,” ujarnya. Ia berharap bahwa dengan inovasi, kolaborasi, dan pendekatan inklusif, BKM dapat terus mengembangkan fungsinya dalam menguatkan nilai-nilai keislaman yang membawa kebaikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles