muisumut.or.id, Medan | 31 Oktober 2025 – “Keluarga adalah fondasi peradaban Islam,” demikian ditegaskan Dr. Dedi Iskandar Batubara dalam sesi diskusi Pertemuan Silaturahim Ulama, Tokoh, dan Cendekiawan Muslim Tahun 2025 yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara di Grand Inna Hotel Medan, Jumat–Sabtu (31 Oktober–1 November 2025). Menurutnya, penguatan ketahanan keluarga merupakan kunci dalam membangun solidaritas dan kemajuan umat Islam di Sumatera Utara.
Dalam pemaparannya yang bertajuk “Solidaritas Umat Islam melalui Penguatan Keluarga dan Masyarakat Islam Perspektif Organisasi Al Washliyah”, Dr. Dedi menekankan bahwa keluarga memiliki fungsi strategis sebagai basis pembentukan peradaban. “Peradaban besar lahir dari keluarga yang kuat secara akidah, akhlak, dan syariah,” ujarnya.
Ia menjelaskan tiga pilar utama dalam ketahanan keluarga, yakni pilar akidah, pilar akhlak, dan pilar syariah. Akidah, menurutnya, memberi arah dan tujuan hidup yang jelas bagi seluruh anggota keluarga. Sementara akhlak yang mulia membentuk karakter dan etika sosial, serta ketaatan terhadap syariah menjadi dasar dalam menjalankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Dr. Dedi menguraikan bahwa ketahanan keluarga dalam Islam tidak hanya mencakup dimensi spiritual, tetapi juga dimensi psikologis, sosial, dan ekonomi. Keluarga yang tangguh, katanya, akan melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak.
“Dalam perspektif hukum Islam, urgensi menjaga keluarga juga tercermin dalam maqāṣid al-syarī‘ah – tujuan utama penerapan syariat Islam yang menekankan perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta,” tambahnya.
Kegiatan silaturahim yang digelar MUI Sumut ini menjadi wadah strategis bagi para ulama, tokoh, dan cendekiawan Muslim untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, membangun sinergi lintas organisasi Islam, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan sosial keumatan di Sumatera Utara.






