Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Fastabiqul Khairat Dalam Menyambut Idul Adha: Khatib MUI Mengajak Umat Berkurban dengan Penuh Tanggung Jawab

muisumut.or.id-Medan, Masjid Ar-Rahmah, salah satu masjid yang terafiliasi dengan Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara , menggelar Khutbah Jum’at yang mengangkat tema “Fastabiqul Khairat Dalam Menyambut Idul Adha”. Khatib pada kesempatan tersebut adalah Dr. Andre Soemitra, MA., yang memberikan pengajian kepada jamaah yang hadir pada Jum’at, 27 Zulkaidah 1444 H atau 16 Juni 2023 M.

Khutbah Jum’at dimulai dengan membaca surat Al-Kautsar, yang mengingatkan umat muslim akan mendekati perayaan Hari Raya Haji, yang juga dikenal sebagai ibadah Quran. Dalam konteks ini, Dr. Andre menjelaskan mengenai pentingnya berpartisipasi dalam perayaan Hari Raya Idul Adha dengan mengejar kebaikan (fastabiqul khairat).

Salah satu bentuk ibadah yang sangat ditekankan adalah kurban, yang merupakan duplikasi dari ajaran yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim. Dr. Andre menjelaskan bahwa kurban memiliki kepentingan yang begitu besar sehingga menjadi ibadah wajib bagi Nabi Muhammad, sementara bagi umatnya dianggap sebagai sunnah. Dr. Andre juga menekankan bahwa Allah memberikan ancaman bagi mereka yang mampu berkurban namun enggan melakukannya.

Dr. Andre menyoroti pentingnya merayakan ibadah kurban dan mengajak jamaah untuk melakukannya bersama sebagai keluarga. Jika dalam satu keluarga terdapat kemampuan, maka diupayakan agar semua anggota keluarga dapat ikut serta dalam berkurban. Hal ini penting untuk menciptakan kebersamaan dan semangat saling berbagi dalam masyarakat.

Dalam mengapresiasi niat baik umat muslim yang ingin berkurban namun tidak memiliki kemampuan finansial, Dr. Andre memberikan catatan khusus. Beberapa masjid telah mengadopsi inovasi pembayaran kurban yang dilakukan secara angsuran. Bahkan, saat ini telah ada pula arisan khusus untuk berkurban. Inisiatif ini bertujuan untuk memungkinkan orang-orang yang kurang mampu secara finansial tetap dapat berpartisipasi dalam ibadah kurban.

Dr. Andre memotivasi para jamaah dengan mengajak mereka untuk berdoa agar diberikan rezeki oleh Allah sehingga dapat ikut berkurban. Ia juga menggarisbawahi perbedaan sikap antara orang yang imannya lemah dengan orang yang memiliki iman kuat. Bagi yang merasa tidak memiliki beban terkait berkurban, mungkin itu adalah akibat iman yang lemah. Namun, bagi orang yang beriman dan merasa terpanggil hatinya, tentu tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam berkurban akan menjadi dorongan yang kuat.

Dr. Andre menekankan bahwa ibadah kurban memiliki dimensi sosial yang penting. Banyak saudara kita yang jarang memiliki kesempatan untuk menikmati daging, dan melalui ibadah kurban, kita dapat berbagi dengan mereka. Ketika kita memilih untuk berkurban, daging hewan kurban tersebut akan dikonsumsi oleh keluarga yang jarang makan daging. Di samping itu, Dr. Andre mendorong umat muslim untuk berdoa agar pekurban mendapatkan kebahagiaan dan kebaikan yang selalu Allah kabulkan. (Yogo Tobing)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles