Friday, February 6, 2026
spot_img

FGD Bidang Penelitian MUI Sumut Hasilkan Rekomendasi Peran Strategis Ulama

muisumut.or.id, Medan — Komisi Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI Sumut) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peran Strategis Ulama & Tokoh Menyongsong Indonesia Maju” pada Sabtu, 24 Agustus 2024, di Grand Darussalam. Acara ini menghadirkan para narasumber terkemuka dan menghasilkan berbagai rekomendasi penting untuk memperkuat peran ulama dalam membangun bangsa.

FGD ini berlangsung dari pukul 08.30 WIB hingga selesai dengan dihadiri oleh lima narasumber yang memiliki keahlian dalam berbagai bidang. Para narasumber tersebut adalah: Prof. Dr. Fachruddin Azmi, MA, Prof. Dr. H.M. Jamil, MA, Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, MA, Warjio, PhD, Assoc. Prof. Dr. H. Mujahiddin, S.Sos., MSP

Problem Utama yang Diangkat

Dalam diskusi yang berlangsung, para peserta mengidentifikasi sejumlah masalah krusial yang dihadapi umat Islam saat ini, di antaranya:

  1. Minimnya peran ulama dan tokoh umat dalam kehidupan berbangsa, yang dinilai berada pada situasi darurat.
  2. Krisis kepemimpinan ulama besar di kalangan umat, dengan tidak adanya tokoh yang selevel Syekh Nawawi al-Bantani atau Syekh Yusuf al-Makasari.
  3. Melemahnya representasi umat dalam sistem politik yang ditunjukkan oleh komposisi keterwakilan umat yang tidak seimbang.
  4. Rendahnya kualitas hidup umat, dengan banyaknya yang masih berada dalam kondisi hidup tidak layak, tidak sehat, dan tanpa kemampuan bertahan hidup yang memadai.
  5. Minimnya minat terhadap pembaharuan pemikiran Islam dari lembaga-lembaga Islam, yang lebih berfokus pada aksi nyata dibandingkan pemikiran kritis.

Rekomendasi Kebijakan

Berdasarkan permasalahan yang diangkat, FGD ini menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan penting untuk memajukan peran ulama dan tokoh umat:

  1. Pengaktifan kembali pembaharuan pemikiran Islam sebagai faktor penting perubahan sosial.
  2. Meningkatkan peran umat dalam isu-isu sosial, seperti lingkungan, pemanasan global, hak asasi manusia (HAM), dan kemiskinan.
  3. Memperkuat kualitas kader ulama, termasuk melalui program-program pendidikan dan regenerasi pemikir besar di kalangan umat.
  4. Memperluas peran umat dalam jabatan pemerintahan, serta meningkatkan budaya menulis dan publikasi ilmiah untuk memperluas gagasan-gagasan Islam.
  5. Meningkatkan kesadaran zakat dan membentuk program yang memacu semangat jihad di kalangan umat.
  6. Pengembangan pendidikan generasi muda dengan membuka peluang beasiswa ke luar negeri untuk mencetak ulama dan tokoh masa depan.

Selain itu, para peserta juga menyoroti pentingnya memperkuat jaringan kerjasama untuk mendorong sektor UMKM, serta mengelola isu politik berbasis perpecahan antarumat beragama menjelang Pilkada serentak.

FGD ini diakhiri dengan seruan untuk meningkatkan integritas diri, memperluas upaya kesetiakawanan sosial di kalangan umat, serta mengawal konten keagamaan yang bersifat radikal agar tidak memecah belah masyarakat.

Acara ini menegaskan kembali pentingnya ulama dan tokoh masyarakat untuk berperan lebih aktif dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam menyongsong Indonesia Maju.

Tim Perumus:

Dr. M. Ridwan Harahap, MA
Dr. Sulidar, MA
Dr. H. M. Tohir Ritonga, Lc. MA
Prof. Zainuddin, M. Pd.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles