Friday, February 13, 2026
spot_img

Hari Kedua di Siantar, MUI Sumut Kunjungi Kantor dan Sekolah Al-Washliyah

muisumut.or.id-Pematangsiantar, Mengisi agenda hari kedua kunjungan ke Kota Pematangsiantar, Tim Majalah Ulama MUI Sumatera Utara menyambangi Kantor dan lembaga pendidikan Al Jam’iyatul Washliyah (Al-Washliyah), salah satu organisasi keagamaan dan pendidikan yang memiliki akar sejarah panjang di wilayah ini.

Rombongan disambut langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah (PD) Al-Washliyah Pematangsiantar, Ishak Hutasuhut, bersama jajaran pengurus. Dalam sambutannya, Ishak menyampaikan apresiasi atas kehadiran MUI Sumut dan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kesinambungan dakwah dan pembinaan umat.

“Al-Washliyah dan MUI adalah mitra dalam membina akidah umat. Kunjungan ini memperkuat ukhuwah kelembagaan demi dakwah yang lebih menyentuh masyarakat,” ujar Ishak.

Pimpinan Redaksi Majalah Ulama, Rustam MA, menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan. Ia menilai Al-Washliyah Pematangsiantar merupakan potret organisasi Islam yang aktif dan terus relevan dalam dinamika umat.

Sekretaris Jenderal PD Alwashliyah Pematangsiantar, Yasin, menekankan pentingnya kekompakan gerakan dakwah antarorganisasi Islam. “Sinergi antara MUI dan Al-Washliyah ini harus terus dirawat. Peran organisasi keumatan seperti ini sangat penting dalam menghadirkan Islam yang damai, inklusif, dan membumi,” ujarnya.

Sorotan menarik dalam pertemuan ini datang dari Efendi, Majelis Pendidikan Al-Washliyah Pematangsiantar yang juga merupakan pengurus di Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Daerah MUI Kota Pematangsiantar. Ia mengulas sejarah lahirnya Muslimat Al-Washliyah tertua di Sumatera Utara yang ternyata berawal dari Siantar pada tahun 1935 dengan nama Al-Washliyah Afdeling Siantar.

“Muslimat hadir sebagai respons terhadap ketimpangan ruang gerak perempuan saat itu. Perempuan saat itu tidak diberi ruang berdakwah, bahkan untuk sekadar memakai tudung pun sulit. Mereka kebanyakan bekerja di perkebunan kolonial Belanda dan kerap mendapat perlakuan yang merendahkan,” papar Efendi.

Ia menambahkan, Muslimat Al-Washliyah menjadi pelopor berdirinya Raudhatul Athfal (RA) di Pematangsiantar, sebagai wujud peran aktif perempuan dalam pengembangan pendidikan Islam. Saat ini, Al-Washliyah Siantar mengelola lembaga pendidikan dari jenjang RA, MI, MTs hingga MA—setara dengan pendidikan dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

Kunjungan ini menambah catatan penting bagi Tim Majalah Ulama MUI Sumut mengenai peran strategis lembaga lokal dalam penguatan dakwah dan pendidikan. Al-Washliyah Pematangsiantar tercatat bukan sekadar bagian dari lintasan sejarah, tetapi juga terus bergerak dinamis menghadapi tantangan zaman lewat penguatan kelembagaan dan pendidikan. (Yt)

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles