Thursday, January 29, 2026
spot_img

Hari Pahlawan: Dr. Milhan Yusuf Ingatkan Umat Tentang Jihad Ilmu dan Pengorbanan dalam Khutbah Jumat

muisumut.or.id-Medan, Pada Salat Jumat di Masjid Ar Rahmah komplek MUI Sumatera Utara, Dr. H. Milhan Yusuf, MA memberikan khutbah yang sarat makna, mengingatkan umat tentang makna sebenarnya dari Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November di Indonesia.

Hari ini, bertepatan dengan tanggal 10 November, bangsa Indonesia mengenang dan menetapkan hari ini sebagai Hari Pahlawan. Apa yang dimaksud dengan pahlawan? Menurut Kamus Besar Indonesia, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran.

Dr. Milhan Yusuf mengajak jemaah untuk merenung, bahwa setiap individu memiliki potensi menjadi pahlawan dalam berbagai aspek kehidupan. Ketika seseorang bersedia berkorban untuk menegakkan dan membela kebenaran dengan ikhlas, maka ia dapat dianggap sebagai seorang pahlawan.

Hari Pahlawan sendiri tak terlepas dari perjuangan bangsa Indonesia, terutama pada tahun 1945 di bulan Oktober. Pasukan sekutu menyerang tentara dan rakyat Indonesia, terutama di daerah Surabaya yang dipimpin oleh Bung Tom. Perlawanan sengit dilakukan, dan pada tanggal 10 November, peperangan menyisakan lebih dari 20.000 korban dari pihak Indonesia, sementara sekutu juga mengalami kerugian tak terhingga.

“Perjuangan ini menjadikan 10 November sebagai hari yang tidak bisa dilupakan dalam sejarah perjuangan bangsa. Kita harus mengenang dan menghormati para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan Indonesia,” ujar Dr. Milhan Yusuf.

Dalam konteks Islam, Dr. Milhan Yusuf menekankan bahwa pahlawan bukan hanya yang berjuang secara fisik seperti Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, melainkan juga mereka yang berperan dalam menyebarkan ilmu dan kebenaran. Jemaah diimbau untuk menjadi pahlawan dalam memberikan manfaat kepada umat, terutama sebagai kader ulama yang memiliki tanggung jawab untuk menyumbangkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat.

“Kader ulama memiliki peran besar dalam melawan pemikiran-pemikiran yang menyesatkan. Perjuangan bukan hanya perang fisik, tapi juga perang pemikiran. Kita harus merespons dan membantah informasi yang tidak benar agar umat tidak tersesat,” tambahnya.

Perjuangan fisik, pemikiran, dan ilmu pengetahuan adalah bagian dari jihad dalam Islam. Dr. Milhan Yusuf mengajak jemaah untuk memahami bahwa dalam konteks masa kini, jihad tidak hanya terbatas pada perang fisik, namun juga mencakup upaya dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Jihad bukan hanya tentang perang fisik, tapi juga memberikan manfaat kepada umat. Kita harus berjuang dengan ilmu dan pengorbanan harta demi kebenaran,” tutup Dr. Milhan Yusuf. “Sekali lagi, mari kita kenang dan teruskan perjuangan para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan dan kebenaran.” (Yogo Tobing)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles