muisumut.or.id., Medan, 11 Oktober 2024 – Dr. Arifinyah, M.Ag., Sekretaris Bidang Pendidikan MUI Sumatera Utara, menyampaikan khutbah Jumat yang penuh inspirasi di Masjid Ar-Rahmah, MUI Sumatera Utara. Dengan judul “Keberhasilan Nabi Muhammad sebagai Pemimpin,” khatib mengajak para jemaah untuk merenungkan keistimewaan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, yang diakui tidak hanya oleh umat Islam tetapi juga oleh para sarjana dan cendekiawan non-Muslim di dunia.
Dalam khutbahnya, Dr. Arifinyah memulai dengan memuji Allah SWT dan bershalawat kepada Rasulullah SAW, mengingatkan jemaah untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan. Beliau menekankan bahwa selama 23 tahun kerasulannya, Nabi Muhammad SAW menunjukkan keberhasilan luar biasa sebagai pemimpin. Dari 13 tahun dakwah di Makkah hingga 10 tahun memimpin di Madinah, Nabi berhasil merubah masyarakat dari ketidaktahuan menuju tauhid, serta membangun peradaban yang beradab dan berkeadilan.
Khatib kemudian mengutip beberapa pandangan cendekiawan non-Muslim yang mengakui kehebatan Nabi Muhammad SAW. Salah satu yang disebut adalah Karen Armstrong, seorang penulis asal Irlandia, yang dalam bukunya “Muhammad: A Biography of the Prophet” menggambarkan Nabi sebagai pemimpin visioner yang adil dan tak tertandingi. Armstrong menilai kepemimpinan Nabi Muhammad berkontribusi signifikan dalam perubahan sosial dan politik yang mendalam di Jazirah Arab.
Selain Armstrong, Dr. Arifinyah juga menyoroti pandangan Maurice Bucaille, seorang ahli bedah asal Prancis yang terkenal dengan penelitiannya terhadap Al-Qur’an. Bucaille, setelah meneliti hubungan antara Al-Qur’an dan sains, mengakui keakuratan kitab suci tersebut dan akhirnya memeluk Islam. Pengakuannya menjadi bukti lain tentang keagungan Nabi Muhammad sebagai pembawa risalah yang universal.
Khatib juga menyebut orientalis Amerika, Michael Hart, yang dalam bukunya “The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History,” menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai tokoh nomor satu paling berpengaruh sepanjang sejarah. Menurut Hart, Nabi Muhammad tidak hanya menjadi pemimpin agama, tetapi juga berhasil memimpin negara dan mengubah arah sejarah dunia.
Dr. Arifinyah menyampaikan empat karakter utama yang membuat Nabi Muhammad sukses sebagai pemimpin dunia. Pertama, konsistensi antara perkataan dan perbuatan beliau. Kedua, Nabi Muhammad SAW dikelilingi oleh sahabat-sahabat yang militan dan berkualitas. Ketiga, semakin tinggi kedudukan beliau di sisi Allah, semakin kuat ibadahnya. Keempat, proses kehidupan Nabi yang matang, dari masa kecil hingga dewasa, membentuk kepemimpinan beliau yang kokoh.
Beliau menutup khutbah dengan ajakan kepada jemaah untuk meneladani kepemimpinan dan kehidupan Nabi Muhammad SAW dalam segala aspek, baik itu dalam aqidah, politik, maupun sosial. Beliau juga mengingatkan umat Islam untuk menghormati dan menjunjung tinggi Rasulullah SAW dan Al-Qur’an, seraya mengajak jemaah berdoa agar tetap menjadi umat terbaik, di dunia maupun akhirat.






